Beranda IPDMIP

Kabupaten :Pandeglang

Tanggal :2020-03-13

Kategori :Workshop and Training

Kegiatan :Up-dated Pemetaan Rantai Nilai, Realisasi 1.00 Paket

TUJUAN KEGIATAN INI ADALAH

Menyediakan data hasil pemetaan cepat pada tahap awal terhadap potensi rantai nilai padi dan sayuran lokal di wilayah- wilayah kabupaten prioritas

Staf Lapangan

4 orang

Rekrutmen Staf Lapangan Program IPDMIP

Staf Lapangan

4 Orang

Pengadaan Staf Lapangan

Recruitment Staf Lapangan

Recruitment staf lapangan dalam mendukung pelaksanaan program IPDMIP kab. MInahasa Selatan dengan melalu tahapan pengumuman perekrutan, seleksi berkas, tes wawancara, pengumuman hasil dan penandatanganan kontrak terpilih 5 orang.

Perekrutan Staf Lapangan

Perekrutan Staf Lapangan

Rekrutmen Staf Lapangan

Rekrutmen Staf Lapangan

Recruitment Staf Lapangan

Telah terlaksananya kegiatan IPDMIP Rekruitmen Staf Kabupaten Lombok Tengah dengan proses seleksi dan wawancara.

New Staff

Penyerahan SK Staf Lapangan

Perekrutan Staf Lapangan

Perekrutan Staf Lapangan sebanyak 7 orang 

Laporan Staf Lapangan Bulan Januari 2019

Monitoring Daerah Irigasi Cicapar Kecamatan Leles

Perekrutan Staf Lapangan

Perekrutan Staf Lapangan

Rekrutmen Staf Lapangan

3 Orang

Pelaksanaan Tes Perekrutan  petugas  IPDMIP Wilayah Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang  tanggal. 15 Januari  2019.

2  Orang  Perempuan  dan  1  Orang  Laki-laki  

New Staf

perekrutan staf lapangan untuk kegiatan IPDMIP

Rapat Koordinasi I sekaligus perkenalan Staf Lapangan baru

Rekrutmen Staf Lapangan

Rekrutmen sataf lapangan kegiatan IPDMIP pada Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan

Rekrutment Staf Lapangan Kontrak

Kabupaten Pesawaran dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 pada tanggal 10 Agustus 2017dan saat ini memiliki 11 Kecamatan dan 144 Desa dengan jumlah Gapoktan 139 dan 1657 KelompokTani. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Pesawaran yaitu 31 orang PNS, 28 orang THLTBPP, dan 72 orang THLS. Jumlahtersebut belum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Pasal 46 mengamanatkan bahwa penyediaan (satu) orang penyuluh dalam 1 (satu) desa. Rekrutment staf lapangan kontrak Kegiatan IPDMIP di Kabupaten Pesawaran sebanyak 8(delapan) orang ditujukan untuk menyediakan tenaga penyuluh pertanian dengan jumlah yang cukup di daerah-daerah irigasi yang direhabilitasi oleh proyek guna memenuhi target rasio 1 tenaga penyuluh pertanian untuk tiap 250 Ha atau 500 orang petani. Seleksi Rekrutment staf lapangan Kontrak Kegiatan IPDMIP melalui 2 (dua) tahap, yaitu Tahap Imeliputi seleksi administrasi dan Tahap II meliputi tes akademik dan wawancara. Hasil Rekrutment Staf Lapangan Kontrak diperoleh 8 (delapan) orang yang akan ditempatkan di 8 (delapan) Daerah Irigasi yang menerima manfaat Program IPDMIP untuk melaksanakan pendampingan di desa-desa lokasi proyek IPDMIP dalam berbagai kegiatan penyuluhan, terutama kepada Poktan/Gapoktan/P3A/GP3A yang mengikuti sekolah lapang. Sebanyak 8 (delapan) orang Staf Lapangan Kontrak yang telah lulus Rekrutment Staf Lapangan mengikuti pembekalan dan arahan yang diberikan ketua tim rekrutment dan KJF Kabupaten Pesawaran. Arahan dan pembekalan dilakukan untuk memberikan informasi mengenai Program IPDMIP di Kabupaten Pesawaran serta untuk mempersiapkan staf lapangan kontrak dalam melakukan pembinaan terhadap petani di lokasi proyek IPDMIP.

Pemberian SK

Pemberian SK Sekaligus Pertemuan Reviuw Bulanan

Konsultasi Kegiatan Dilapangan

Dalam rangka Konsultasi Kegiatan SL di lapangan

rekrutmen staff penyuluh lapangan kontrak

rekrutmen staff penyuluh lapangan kontrak

STAFF LAPANGAN

STAFF LAPANGAN IPDMIP

Staf Baru

Staf Baru

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR

Pembuatan Pupuk Organik Cair ini membantu petani untuk menghemat biaya dalam pembelian pestisida. Pupuk organik cair ini dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga kondisi tanah menjadi gembur. Selain itu pupuk organik cair ini bisa meningkatkatkan produktivitas karena mempunyai kandungan unsur hara makro dan mikro yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Dengan beraneka macam penyakit tanaman diharapkan petani teliti khususnya pemilihan pupuk organik cair. Dalam hal ini staf lapangan membantu petani untuk pembuatan pupuk organik cair.

Staf Lapangan Kegiatan IPDMIP Kabupaten Tuban

Staf Lapangan Kegiatan IPDMIP Kabupaten Tuban

Perekrutan Staf Baru

Staf baru IPDMIP Kabupaten Pasaman Barat

1. Batang Ingu Staf Andini Randian,S.TP

2. Batang Nango Staf Rifandi,S.P

3. Lupak Subahan diganti menjadi Batang Sopan Staf Fauziah, S.ST

4. Batang Kinali diganti menjadi Batang Bunuik Staf Sulastri, S.P

5. Tanjung Durian Staf Anton Suherman, S.P

6. Talang Kuning Staf Dedi Kurnia, S.P

7. Amelia Gustiarini, S.P 

Perekrutan Staf 2019

A.           Perekrutan Staf Lapangan (New Field Staff Recruitment)

              Perekrutan staf lapangan ditujukan untuk menyediakan tenaga penyuluh pertanian dengan jumlah yang cukup di daerah-daerah irigasi yang di rehabilitasi oleh proyek guna memenuhi target rasio 1 tenaga penyuluh pertanian untuk tiap 250 ha atau 500 orang petani. Proses perekrutan di Kabupaten Ngawi sudah dilakukan pada tahun 2018, untuk tahun 2019 dilakukan wawancara kepada 10 staf pendamping untuk prosedur perpanjangan kontrak kerja selama 1 (satu) tahun.  Penempatan 10 orang pendamping terbagi di 9 kecamatan yang mencakup 12 daerah irigasi yaitu di kecamatan Geneng, Gerih, Kendal, Ngrambe, Paron, Kedunggalar, Widodaren, Mantingan dan Karanganyar. Kelompok yang didampingi oleh Staf Lapangan ada 120 kelompok tani yang akan diikutkan pada kegiatan sekolah lapang.


Perekrutan Staf

Metode /Tahapan Kegiatan :

a.   Dinas Pertanian menyusun Kerangka Acuan (TOR) Rekrutmen Tenaga Penyuluh Pertanian Kontrak/ Staf IPDMIP yang didalamnya antara lain mencantumkan jumlah tenaga penyuluh pertanian kontrak yang akan direkrut dan daftar desa-desa yang akan menjadi wilayah penugasan mereka.

b.   Dinas Pertanian menetapkan Tim Rekrutmen/seleksi.

c.   Dinas Pertanian memasang pengumuman tentang rekrutmen tersebut, di Dinas Pertanian.

d.   Tim Rekrutmen/seleksi menyusun instrument untuk melakukan tes tulis dan wawancara.

e.   Tim Rekrutmen/ seleksi melakukan penelaahan terhadap berkas lamaran yang masuk untuk memilih pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi.

f.     Tim rekrutmen / Seleksi membuat laporan laporan hasil penelaahan dokumen lamaran dan menyampaikan kepada Dinas Pertanian agar dibuat surat undangan mengikuti seleksi tes tulis.

g.   Dinas Pertanian mengirim surat pemanggilan mengikuti ujian tulis kepada pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi.

h.   Tim Rekrutmen / seleksi melakukan ujian tulis, memeriksa hasilnya dan menyampaikan laporan hasil kepada Dinas Pertanian agar Dinas Pertanian dapat mengirim surat panggilan wawancara kepada pelamar yang lulus ujian tulis.

i.     Dinas Pertanian mengirim surat pemanggilan mengikuti wawancara kepada pelamar yang lulus ujian tulis.

j.     Tim Rekrutmen / seleksi melakukan wawancara kepada pelamar yang lulus ujian tulis, dan menyampaikan laporan hasilnya kepada Dinas Pertanian.

k.   Dinas Pertanian menerbitkan kontrak kerja kepada pelamar yang lulus ujian tulis dan wawancara.

A.       Kriteria peserta yang lulus seleksi administrasi :

Kelengkapan administrasi

B.       Peserta yang lulus seleksi administrasi akan di umumkan pada tanggal 9 Januari 2018 di papan pengumuman Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Jln Yos Sudarso no.23 Ngawi, untuk mengikuti tes tulis pada tanggal 11 januari 2018 dan tes wawancara pada tanggal 15 januari 2018.

C.       Peserta yang dinyatakan diterima tetapi setelah dilakukan pengecekan berkas ternyata ditemukan adanya pemalsuan identitas akan dinyatakan gugur dan akan diganti dengan peringkat dibawahnya.

D.       Peserta yang dinyatakan diterima tetapi setelah dilakukan pengecekan berkas ternyata ditemukan adanya pemalsuan identitas akan dinyatakan gugur dan akan diganti dengan peringkat dibawahnya.


Jumlah peserta yang mendaftar rekrutmen tenaga bantu IPDMIP Di Kabupaten Ngawi sejumlah 80 orang. Semua pendaftar tersebut mengikuti tahapan seleksi rekrutmen tenaga bantu/staf lapangan IPDMIP. Peserta yang bejumlah 80 orang tersebut terdiri dari laki-laki 45 orang dan wanita 35 orang. Pelaksanaan ujian seleksi bertempat di Aula BPP Mardiasri Kecamatan Ngawi yang dimulai pada pukul 08.00 wib sampai selesai. Peserta yang memenuhi kriteria/ diterima sejumlah 10 orang terdiri dari 5 orang laki – laki dan 5 orang perempuan.



Staf Baru

Perekrutan Staf Lapangan

Perekrutan Staf Lapangan 

PEMBAGIAN HONORARIUM STAF PENDAMPING IPDMIP

REKRUTMEN STAF LAPANGAN MERUPAKAN RANGKAIAN  SELEKSI PENDAMPING/SATAF LAPANGAN IPDMIP YANG DISELEKSI SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAERAH KAB. PANDEGLANG.

PEMBERIAN HONOR DIBERIKAN KEPADA 8 PENDAMPING DENGAN SELAMA 11 BULAN DARI JANUARI - NOVEMBER 2019

rekruitmen dan pelatihan

pembayaran honorarium staf lapangan

Staf Lapangan

Penyampaian Sinergi kegiatan IPDMIP antara PUPR Distan dan Bappeda

Pelaksanaan Kegiatan pertemuan bulanan ini telah dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan (bulan januari, februari dan maret) namun karna adanya pandemi corona akhirx mulai tanggal 25 Maret Kabupaten Lombok Timur tidak mengizinkan adanya pertemuan sesuai edaran Surat Bupati Lombok Timur.

Pembayaran Honor Staf Lapangan Tahun 2020

Pembayaran Honor Staf lapangan Bulan Januari Februari dan Maret Tahun Anggaran 2020

Staf Lapangan Ipdmip

Staf lapangan Ipdmip tahun 2020 :

 1 ANTON SUHERMAN, SP

2 DEDI KURNIA, SP

3 SULASTRI, SP

4 AMELIA GUSTIARINI, SP

5 ANDINI RANDIAN, S.TP

6 RIFANDI, SP

7 FAUZIAH, S.ST

Pengangkatan Staf Lapangan IPDMIP

rekrutmen staf baru

PEMBAGIAN HONORARIUM STAF PENDAMPING IPDMIP

Pemberian honor p[endamping / staf lapangangan 8 orang x 5 bulan = 80 OB 

Laporang Staf Lapangan Bulan Januari s.d. Aril 2020

Evaluasi dan pembinaan staf lapangan

Staf lapangan dalam mendampingi poktan sudah berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi sesuai tempat tugasnya di BPP. Di lokasi IPDMIP yang sudah selesai kegaiatan SL, tugas staf lapangan selanjutnya LAKU SUSI dan membantu tugas PPL kaitannya kegiatan dari Bidang TPH. Di Lokasi yang masih berlangsung SL, staf lapangan sesuai jadwal bersama Tim BPP menjadi Pemandu SL Petani di Tahap II di 7 kecamatan di 16 Desa

Honor Staf Lapangan

Honorarium untuk staf lapangan sebanyak 7 orang untuk bulan januari s/d Juni 2020

Honor Petugas Penyuluh Lapangan Kontrak

Pemberian Honor yang terlambat dikarenakan pencairan anggaran yang terlambat

Perekrutan Staf Lapang IPDMIP Tahun 2020

Perekrutan staf lapangan ditujukan untuk menyediakan tenaga penyuluh pertanian dengan jumlah yang cukup di daerah-daerah irigasi yang di rehabilitasi oleh proyek guna memenuhi target rasio 1 tenaga penyuluh pertanian untuk tiap 250 ha atau 500 orang petani. Proses perekrutan di Kabupaten Ngawi sudah dilakukan pada tahun 2018-2019, untuk tahun 2020 dilakukan wawancara kepada 10 staf pendamping untuk prosedur perpanjangan kontrak kerja selama 1 (satu) tahun.  Penempatan 10 orang pendamping terbagi di 8 kecamatan yang mencakup 12 daerah irigasi yaitu di kecamatan Geneng, Gerih, Kendal, Ngrambe, Paron, Kedunggalar, Widodaren, dan Mantingan. Kelompok yang didampingi oleh Staf Lapangan ada 30 kelompok tani yang akan diikutkan pada kegiatan sekolah lapang.


Pembayaran Biaya Operasional Penyuluh

Foto di atas adalah kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Pendampingan Staf Lapangan

Pengadaan Staf Lapangan

Biaya Opesarional Staf Lapangan

Identifikasi Data Dasar Kelompok Tani Program IPDMIP

Laporan Staf Lapangan Bulan Januari 2019

Penyerahan Peralatan Agen hayati dengan ketua Kelompok Saluyu Ati dan Penyuluh BPP Kec. Leles

Biaya Operasiona Staf Lapangan

Biaya Operasional Staf Lapangan sebanyak 7 orang

Perekrutan Staf Lapangan Baru

Perekrutan Staf Lapangan Baru

operasional staf lapangan

Kunjungan ke lapangan

Biaya Operasional Staf Baru Ke Lapangan

Reviuw Bulanan

Pertemuan Bulanan Sekaligus pembayaran biaya operasional dan bantuan transport staf lapangan

Pembayaran Honor Staf Lapangan

BOP

Pererimaan Biaya Operasional Penyuluh selama 9 bulan. 

Biaya Opersional Staf Lapangan Kontrak

Bantuan operasionl staf lapangan diperuntukkan menunjang kegitan di lapangan, baik atk, penggntian transport atau bahan bakar, cetak, dll.

Biaya Operasional Staf Lapangan

Biaya Operasional Staf Lapangan Kegiatan IPDMIP Kabupaten Tuban

JENIS-JENIS PUPUK DAN MANFAATNYA

Penyampaian Materi Forum Temu Tani oleh Penyuluh Swadaya D.I Talang Kuning (Bapak Jenni Susanto) tentang Jenis-jenis Pupuk dan Manfaatnya dan Diskusi tentang materi antara Penyuluh Swadaya dengan peserta Forum Temu Tani di Daerah Irigasi Talang Kuning dibantu oleh Penyuluh WKP Talang Kuning (Yuli Yesmarni)

Operasional Staf Lapangan

Biaya Operasional Bulanan Staf Lapangan di luar Honor Bulanan

Operasional Staf Lapangan

Biaya Operasional Staf Lapangan 

Sekolah lapang ke-2 / Rembug Tani

Sekolah lapang petani periode pertama di Desa pagendisan sudah berhasil dilaksanakan. Sekolah lapang tersebut sudah dilaksanakn 12 pertemuan,dimana pada sekolah lapang tersebut petani sudah diberikan materi budidaya tanaman padi dari pengolahan lahan sampai panen.Dengan materi-materi tersebut ,diharapkan dapat produktivitas tanaman padi.sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

 Dalam pelaksanaan sekolah lapang periode pertama masih banyak terdapat kekurangan .Salah satunya droping benih yang terlambat dan varietas tidak sesuai permintaan petani.

Untuk Sekolah Lapang petani Periode ke dua,petani akan diberikan benih,ATK,Koas dan topi.Pada kesempatan ini juga menyarankan petani peserta sl untuk mengansurasikan tamanan padi y pada musim penghujan dan kemarau.

Materi untuk perioe sl ke-2 yang diingankan petani desa pagendisan :

1. Pemilihan bibit unggul

2. Pembuatan pupuk

3. fermentasi jerami dan sampai panen

JADWAL KEGIATAN DI LAPNGAN

KONSULTASI STAF LAPANGAN IPDMIP MENGENAI KEGIATAN DI LAPANGAN 

Biaya Operasional Penyuluh

Biaya Operasional Staf Baru TA. 2019

Kunjungan ke bendungan Situ Bolang, Cibelarang, Cilalanang



Biaya Operasiona Staf Lapangan

PEMBAGIAN OPRASIONAL STAF PENDAMPING IPDMIP

OPRASIONAL STAF LAPANGAN DIBERIKAN KEPADA 8 ORANG PENDAMPING SELAMA 11 BULAN DARI JANUARI SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2019

Biaya Operasional

Biaya Operasional Staf Lapangan

Biaya Operasional Penyuluh

Pembayaran Bantuan Operasional Staf Lapangan Tahun 2020

Pembayaran Bantuan Operasional Staf Lapangan Tahun 2020 untuk Bulan Januari, Februari dan Maret

Kunjungan Lapangan ke Kelompok Tani di Daerah irigasi

  • Telah di berikan penjelasan mengenai Telah di berikan penjelasan mengenai“Teknik Penyusunan RDK dan RDKK”untuk pemenuhan kebutuhan pupuk oleh anggota kelompok tani untuk periode musim tanam I Januari 2019 dan telah didapatkan kebutuhan pupuk untuk kelompok tani di Kajai Selatan meliputi Urea sebanyak 3500 Kg, pupuk SP-36 sebanyak 3.000 Kg, pupuk NPK PHONSKA (15-15-15) sebanyak 3.500 Kg sedangkan pupuk Petroganik di butuhkan sejumlah 500 Kg.

Pengangkatan Staf Lapangan IPDMIP

Pengangkatan Staf Lapangan IPDMIP di Kabupaten Sijunjung di lakukan pada tahun 2019 sebanyak 6 orang. Staf lapangan IPDMIP di tempatkan di DI kesepakatan penerima Program IPDMIP

PEMBAGIAN OPRASIONAL STAF PENDAMPING IPDMIP

Pemberian oprasional staf lapangan sebanyak 8 orang x 5 bulan = 80 OB

Biaya Oprasional Staf Baru

Biaya Operasional staf Lapangan dan PPL Pendamping

Biaya Operasional untuk staf lapangan dan PPL Pendamping sebanyak 9 orang dari Bulan Januari s/d April 2020

Honorarium Staf Lapangan

Pelatihan Petani Calon Penyuluh Swadaya

Pelatihan Penyuluh Swadaya Bagi Ketua Kelompok Tani

Pelatihan Penyuluh Swadaya bagi Ketua Kelompok Tani dilaksanakan selama 4 (empat) hari dengan jumlah peserta 27 orang

Pelatihan Penyuluh Swadaya

Pelatihan Penyuluh Swadaya Bagi Ketua Kelompok Tani agar Kelompok Tani dalam mengelola lahan pertanian di Daerah Irigasi Kabupten Bireuen dapat lebih terlaksana dengan sistematis.

Analisa Usaha Tani

Budidaya Tanaman Padi

Pelatihan Penyuluh

Pelatihan Penyuluh Pertanian Swadaya

Pelatihan Penyuluh Pertanian Swadaya di laksanakan pada tanggal 11 - 15 November 2019, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung. Pelatihan di ikuti oleh ketua kelompok tani pelaksana Program IPDMIP sebanyak 30 orang.

Pelatihan Swadaya bagi Ketua Kelompok Tani

Pelatihan untuk petani menjadi Penyuluh swadaya

Pelatihan Penyuluh Swadaya BagiKetua Kelompok Tani

Pelatihan Penyuluh  Swadaya Bagi Ketua Kelompok Tani diadakan pada Tanggal 17 Juni  sampai dengan 21 Juni 2019. 

Pelatihan Penyuluh Swadaya bagi Kelompok Tani

Pelatihan Penyuluh Swadaya bagi Kelompok Tani dilaksanakan pada tanggal 08 s/d 12 November 2018 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban dan Kantor HIPPA "Tirto Tinoto" Desa Karang Tinoto Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban dengan jumlah peserta 24 orang

pelatihan bagi penyuluh pertanian swadaya

peserta dari kecamatan panawangan 27 orang dan purwadadi 3 orang


Pelatihan Petani dan Penyuluh Swadaya 2018


Pelatihan Petani Dan Penyuluh Swadaya

Pembangunan pertanian dia arahkan sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan indonesia yang bermartabat, mandiri, maju, adil dan makmur. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, handal, berekemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis serta menguasai teknologi agar pelaku pembangunan pertanian mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi serta berkelanjutan. Penyuluh swadaya merupakan pelaku utama yang berhasil dalam usaha taninya. Namun demikian agar dapat menajalankan perannya sebagai penyuluh lebih efektif dan efisien diperlukan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan teknik penyuluhan pertanian. Kondisi keberadaan penyuluh pertanian saat ini masih dirasakan kurang memadai sehingga perlu dilakukan kegiatan pelatihan penyuluhan swadaya dan petani. Pelatihan petani dan penyuluh swadaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan teknis penyuluhan penyuluh pertanian swadaya, dan juga meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan teknis pertanian penyuluh pertanian swadaya. Pelaksanaan pelatihan petani dan penyuluh swadaya dilaksanakan selama 10 hari dan dilakanakan secara bertahap mulai tanggal 7 – 17 Mei 2018. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 110 orang dengan rincian jumlah peserta laki-laki yang berusia 18-45 tahun sejumlah 17 peserta, berusia >45 tahun 80 peserta sedangkan jumlah peserta wanita yang berusia 18-45 tahun sejumlah 5 peserta dan   yang berusia >45 tahun sejumlah 8 orang yang merupakan anggota kelompok tani dalam daerah irigasi.

Pelatihan Penyuluh Swadaya

Pelatihan Penyuluh Swadaya

Pelatihan penyuluh swadaya dilaksanakan selama 5 hari, pada tanggal 22-26 Oktober 2018 dengan jumlah peserta 30 orang. Narasumber pelatihan terdiri dari praktisi  dan akademisi (UMP, Polbangtan,  Yogyakarta). Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis penyuluhan penyuuh pertanian swadaya.

Pelatihan untuk petani menjadi Penyuluh swadaya

Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis Penyuluhan penyuluh pertanian swadaya3

PELATIHAN UNTUK MENJADI PENYULUH

  • PELATIHAN KETUA KELOMPK TANI YANG AKAN DIJADIKAN PENYULUH SWADAYA DILAKSANAKAN DI BPP KECAMATAN MANDALAWANGI KABUPATEN PANDEGLANG SELAMA 5 HARI. (17 S.D 21 JUNI 2020)

Kelembagaan Petani

pelatihan penyuluh petani andalan diadakan untuk meningkatkan pengetahuan para petani yang ditunjuk sebagai tenaga PPS di masing-masing daerah irigasi IPDMIP

Pelatihan PP Swadaya

Pelatihan PP Swadaya di desa Pringtutul kecamatan Rowokele

Biaya Operasional Staf Lapangan

Pelatihan Penyuluh Pertanian Swadaya Lokasi IPDMIP Tahun 2020 Kabupaten Tapin


Pengenalan Hama Penyakit dan Penyiangan I

Kegiatan Pengamatan Hama Penyakit dan jumlah Gulma untuk mengetahui dan belajar tentang penanggulangan Hama Penyakit dan penanggulangan Gulma pada Tanaman Padi di Kelompok Tani La Rume2 Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima

Sekolah Lapang 1

Sekolah Lapang Tahap 1

Materi Penanaman Sistem Legowo dan Kegiatan Sekolah Lapang Tahap 1 di 37 Lokasi di Kabupaten Bireuen

Sekolah Lapang Tani 1

Sekolah lapang petani

Sistem Tanam Jejer Manten

Dalam sekolah lapang (SL) IPDMIP Kabupaten Tanggamus terkhusus di Daerah Irigasi (DI) Way Kaca Marga Desa Kaca Marga Kecamatan Cukuh Balak menerapkan teknik tanam padi Jejer Manten. Teknik tanam berbeda dengan jejer legowo namun mirip jejer tegel. Perbedaannya adalah jarak tanamnya yaitu 5 x 30 cm. Antarbaris jaraknya rapat yaitu 5 cm. Menurut Penelitian pihak BPTP Propinsi Lampung penerapan teknik ini dapat meningkatkan produksi padi hingga 40 persen. Semoga dengan SL ini, menjadi wadah percontohan bagi petani terkhusus di daerah aliran DI untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Aamin (Roni Sepriyono, Tanggamus)

PENANGKARAN BENIH

Pembuatan Pupuk

Sekolah Lapang Thp I DI Suka Maju Pertemuan ke 2

Pengaplikasian Pestisida

Sekolah Lapang dengan materi Pengaplikasian Pestisida

Sekolah Lapangan Petani

Sekolah Lapangan bagi petani dilakukan dalam rangka proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka menerapkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Pengolahan Tanah, Cara Tanam, Pemupukan, Pemeliharan dan Panen

Sertifikasi dan Penangkaran Benih

Teknik persemaian di lahan darat

Dalam Sekolah lapang ini membahas tentang teknik persemaian padi dilahan darat yang ekonomis menggunakan karung bekas di halaman rumah.

25

Sekolah Lapang IPDMIP Kabupaten Pesawaran

Salah satu kegiatan dalam IPDMIP adalah Sekolah Lapang (SL). Sekolah Lapang termasuk dalam Komponen 4 peningkatan pendapatan pertanian irigasi.Sekolah lapang adalah proses belajar nonformal bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, identifikasi masalah dan pemecahannya, mengambil keputusan, menerpakna praktek-praktek budidaya dan resiko yang lebih baik. Sekolah Lapangan dirancang sedemikian rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendir iilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya.

Tujuan pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP adalah untuk  Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usahatan; Meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usahataninya secara produktif;      Meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usahatani yang lebih bak; Membangun kemandirian petani dalam pengelolaan proses pembelajaran dari,oleh dan untuk petani.

Kegiatan SL di Kabupaten Pesawaran tahun 2019 dilaksanakan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Way Lima meliputi desa Sidodadi dan Kota Dalom dan Kecamatan Way Khilau yaitu Desa Mada Jaya dan Kota Jawa. Kegiatan SL dilksankn sebnyak 12 kali pertemuan.

Pengolahan Tanah, Cara Tanam, Pemupukan, Pemeliharan dan Panen

Saat Pencabutan Bibit Padi dari Kegiatan SL Tahap I di Daerah Irigasi Salumpaga 

Sekolah Lapang Tahap I

Pelaksanaan Sekolah Lapang Petani di Kabupaten Madiun bertjuan untuk meningkatkan Pengetahuan Petani untuk mencapai produktivitas yang maksimal dengan bimbinngan petugas lapang.  Sl di laksanapan di 5 DI antara lain DI Ketupu, DI Kawung, DI Craken, DI Sedah, DI Sareng. Masing masing DI Terdapat 12 kali pertemuan dengan jumlah peserta 25 orang.

Sekolah Lapang Padi Bagi Petani

Sekolah lapang (SL) bagi petani dilaksanakan di 20 Lokasi (20 paket) dengan jumlah peserta masing-masing lokasi 25  orang dengan 12 kali pertemuan.

675

Sekolah Lapangan Petani

Sekolah Lapangan adalah proses pembelajaran non-formal bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, identifikasi masalah dan pemecahannya,
mengambil keputusan, menerapkan praktek-praktek budidaya dan manajemen risiko yang lebih baik. Sekolah Lapangan dirancang sedemikian rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani
berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh 25 petani

Pembuatan Racun keong alami

Ø Pembukaan oleh Staf Pendamping IPDMIP

Ø Penyampaian Materi sebagai berikut :

                        Pembuatan Racun keong alami oleh petani wanita DI Batang Nango.

Bahan: - Pinang muda yang telah di hancurkan 500 kg/Ha

Cara :             - Keringkan sawah hingga macak macak

- Taburkan Pinang muda yang telah di hancurkan tersebut secara merata di areal persawahan

- Biarkan hingga 3 jam

- Masukkan air kembali

Selanjutnya Petani melakukan praktek pengamatan tanaman.

Ø Diskusi tentang permasalahan yang dihadapi petani dilapangan oleh POPT Talamau

Ø Kegiatan ditutup dengan foto dan makan bersama.


Pengendalian Hama dan Penyakit

Sekolah Lapang I Kelompok Tani Subur Makmur Kecamatan Sorkam Barat

Pupuk Organik Cair (NPK Cair)

Pembuatan NPK Cair Organik di Kelompok Saba Julu 2 Kecamatan Sibabangun

sekolah lapang

Sekolah Lapang 1

Meningkatkan Pengetahuan, sikap dan Keterampilan para petani dalam berusaha tani 

MATERI SEKOLAH LAPANG

SEKOLAH LAPANG PETANI DILAKSANAKAN TAHUN 2019 DI 8 DAERAH IRIGASI DENGAN JUMLAH PESERTA SL SEBANYAK 25 ORANG DALAM SATULOKASI SL YANG DILAKSANAKAN SELAMA 12 KALI PERTEMUAN ATAU SATU MUSIM TANAM PADI.

LOKASI SL 

1. DAERAH IRIGASI CIKUPA KEC. PANDEGLANG DAN MAJASARI

2. DAERAH IRIGASI CIKAMAL KEC. CIMANUK

3. DAERAH IRIGASI CIBALIER KEC. CIMANUK

4. DAERAH IRIGASI CIMENES KEC. MENES 

5.  DAERAH IRIGASI CIGODES KEC. MENES

6.  DAERAH IRIGASI CISUWUK KEC. PULOSARI

7.  DAERAH IRIGASI CIANDUR KEC. PULOSARI

8. DAERAH IRIGASI CIHONJE KEC. SUMUR 

jajar legowo

pada sekolah lapangan I para petani diajarkan berbagai macam materi seperti : pengolahan tanah, pemupukan dan lain-lain

pertemuan pertama SLPHT

Pengenalan Benih Jagung Hibrida dan Inhibrida Sekaligus Sosialisasi Kostratani

Hasil Pertemuan :

1.     Pembukaan Sekolah Lapang IPDMIP DI Batang Sopan disampaikan oleh Staff IPDMIP Fauziah, S.ST.

2.     Kata Sambutan ataupun penyampaian informasi dari Ketua Poktan Sumber Daya, Bapak Jorong Timbo Abu, Koordinator BPP Kecamatan Talamau, Kadis TPHP, Kabid TPH, Ibuk Camat Kecamatan Talamau.

3.     Penyampaian materi tentang Pengenalan Benih Jagung Hibrida dan Inhibrida disampaikan oleh Penyuluh WKP Timbo Abu Refqi Jufri, A.Md.

4.     Pemilihan varietas unggul yang akan ditanam oleh petani harus
mempertimbangkan aspek tanah dan iklim (lingkungan), minat petani, potensi hasil tinggi, tahan hama penyakit dan kekeringan serta berumur genjah.

5.     Varietas unggul mempunyai peran besar dalam upaya peningkatan produktivitas karena berpotensi memberikan hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit serta potensi produksi pakan ternak (tebon) tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

6.     Varietas jagung hibrida dari Bima 1 sampai Bima 15 hasil Badan Litbang
Pertanian, masih belum banyak dikenal di masyarakat petani.

7.     Kostratani (komando trategis tingkat tani kecamatan) merupakan pusat kegiatan optimalisasi, tugas, fungsi, peran dengan memanfaatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dengan tujuan mewujudkan kedaulatan pangan.


Pembuatan Insektisida dengan bahan alami

PERSIAPAN PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANG

Rembug awal sekolah lapanga dilaksanakan di 12 daerah irigasi dengan masing masing pesert asebanyak 25 orang total peserta sebanyak 300 orang

Sekolah Lapang 1

Pelaksanaan Kegiatan Sekolah Lapang Petani pada Musim Hujan sebanyak 32 titik Laboratorium Lapangan (LL)

Pemeliharaan Tanaman Padi

Pelaksanaan sekolah lapang tidak sesuai dengan jadwal pelaksanaan dikarenakan pandemi covid 19 dan pencairan anggaran yang terlambat

Rembug Awal Sekolah Lapang

Sekolah Lapang Tahap I 2019

Sekolah lapang merupakan kegiatan utama dalam IPDMIP. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap musim. Kelompok tani yang mengikuti sekolah lapang adalah kelompok tani yang mendapat aliran irigasi dari 12 daerah irigasi IPDMIP dan 9 Kecamatan. Kegiatan sekolah lapang tahap pertama dilaksanakan pada musim hujan atau MP 1, pada tahap 1 terdapat 120 kelompok peserta sekolah lapang. Sekolah lapang dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan dengan beberapa kegiatan di dalamnya. Diantaranya meliputi persiapan sekolah lapang, rembuk tani, materi budidaya tanaman padi dan evaluasi.

Kegiatan sekolah lapang dipandu oleh penyuluh wilayah binaan dan pendamping IPDMIP. Sekolah lapang yang dipandu oleh penyuluh meliputi banyak materi terutama tentang budidaya tanaman padi sebagai tanaman pangan utama. Selain itu petugas pengendalian OPT juga turut serta dalam kegiatan sekolah lapang terutama untuk materi hama dan penyakit. Materi sekolah lapang yang disampaikan meliputi banyak hal, mulai dari persemaian, pengolahan lahan, pola tanam, pengairan, pengendalian hama dan panen. Tujuan dilaksanakannya sekolah lapang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usahatani, meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usahataninya secara produktif, meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usahatani yang lebih baik.


Sekolah Lapang Tahap I 2020

Kabupaten Ngawi merupakan salah satu kabupaten pelaksana IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project). IPDMIP sarat dengan berbagai kegiatan penyuluhan kepada petani di daerah irigasi. Tujuannya agar produktivitas dan pendapatannya meningkat secara berkelanjutan. Serta untuk menjaga ketahanan pangan. Dalam masa pandemi Covid-19, Kabupaten Ngawi tetap melangsungkan Sekolah Lapangan (SL) IPDMIP berdasarkan surat Nomor 520/315.6/404.110/2020. Pecepatan masa tanam pun diterapan dengan baik. Hanya saja, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, berdasarkan Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor: 433/03/03.47/404.011/2020 tanggal 13 Maret 2020 perihal Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 dan Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/54/404.031/2020 tanggal 29 Maret 2020 perihal Upaya Pencegahan Penyebaran dan Penularan Covid-19 Bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Dalam masa pandemi Covid-19, metode kegiatan SL IPDMIP di Kabupaten Ngawi dilaksanakan dalam bentuk kunjungan penyuluh pertanian lapangan (PPL)/staf lapangan ke lahan petani peserta SL. Para penyuluh memberikan pendampingan dengan membahas permasalahan yang ditemui di lahan petani. Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Hastanina Harimurti, yang juga penanggung jawab pelaksanaan IPDMIP Kabupaten Ngawi, tahun 2020 ini kegiatan SL dilaksanakan di 12 Daerah Irigasi (DI) untuk 30 kelompok tani di 8 kecamatan.   “Sebelum pemerintah menetapkan kondisi pandemi di Indonesia pada awal Maret 2020, kegiatan SL di Kabupaten Ngawi sudah berjalan. Kegiatan SL tahun 2020 dimulai sejak Januari yaitu untuk pengawalan panen kegiatan SL yang pelaksanaannya dimulai tahun 2019 lalu,” papar Hastanina. Sedangkan untuk MPII, SL dimulai di bulan Maret 2020. Karena, kalender tanamnya Maret-Juni. Kegiatan SL IPDMIP yang sudah terjadwal untuk tahun 2020 adalah di Kecamatan Geneng (2 kelompok), Kecamatan Gerih (3 kelompok), Kecamatan Paron (3 kelompok), Kecamatan Kendal (2 kelompok), Kecamatan Ngrambe (3 kelompok), Kecamatan Kedunggalar (9 kelompok), Kecamatan Widodaren (4 kelompok), dan Kecamatan Mantingan (4 kelompok).

Sekolah Lapang

Sekolah lapang merupkan proses pembelajaran nonformal bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha tani, identifikasi masalah dan pemecahannya, mengambil keputusan, menerapkan praktek – praktek budidaya dan manajemen resiko yang lebih baik. Sekolah lapang dirancang sedemikian rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar- lebarnya agara para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsun, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung didalamnya. Sekolah Lapang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usaha tani, meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usaha taninya secara produktif, meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usaha tani yang lebih baik, membangun kemadirian petani dalam pengelolaan proses pembelajaran dari, oleh dan untuk petani.

Metode sekolah lapang :

a.   Identifikasi masalah dan kendala yang dihadapi para petani dalam pengelolaan usaha taninya.

b.   Penetapan materi pembelajaran SL secara partisipatif antara pemandu dan petani penerima manfaat proyek, mencakup materi-materi yang relevan dalam satu siklus budidaya padi, mulai dari persiapan tanam sampai pasca pane, baik aspek teknis,pembiayaan, pengelolaan air, dan pasca penen.

c.   Penetapan jadwal untuk 12 kali pertemuan pembelajaran SL .

d.   Penyusunan laporan SL.

Di Kabupaten Ngawi pelaksanaan kegiatan sekolah lapang di laksanakan pada 60 Kelompok Tani pada 7 Daerah Irigasi. Pelaksanaan kegiatan sekolah lapang dipandu dan dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian wilayah binaan yang dibina serta dibantu oleh Penyuluh Swadaya. Materi yang disampaikan pada sekolah lapang ini adalah :

1.   Persiapan dan Sosialisasi Program IPDMIP dan Pengenalan Varietas Unggul Baru

2.   Pengolahan Tanah dan pembuatan Pesemaian Padi

3.   Tanam Sistim Jajar Legowo

4.   Peranan Unsur Hara dan Pemupukan Berimbang

5.   Pengairan berselang dan pengendalian gulma/ penyiangan

6.   Pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman dan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

7. Penanganan Panen dan Pasca Panen


Pengamatan ke 2, penghitungan Kebutuhan pupuk dan Pengairan Berselang

Melakukan Pengamatan Tanaman Untuk mengetahui Kebutuhan Pupuk sesuai dengan perkembangan tanaman dan kebutuhan air pada Kelompok Tani So Kalo Desa Rupe Kecamatan Langgudu Kab. Bima

Pembukaan Sekolah Lapang

Pembukaan Sekolah Lapang, Pembagian Perlengkapan Sekolah Lapang Petani, dan Dinamika Kelompok

KEGIATAN SEKOLAH LAPANG II

Pengukuran pemberian pupuk urea dengan menggunakan BWD pada tanaman padi umur 28 hari, di D.I.R. SUNGAI UDUL, Desa Banua Hanyar, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin.

Sekolah Lapang 2

Alhamdilillah bisa panen di tengah Musim Kemarau

Sekolah Lapang Tahap-2

Sekolah Lapang Tahap-2

Dinamika Kelompok Tani

Sekolah Lapang

Sekolah Lapang Tahap 2

Sekolah Lapang Tahap II - Materi : Persiapan Lahan
Di Desa Pante Baro Buket Panyang dan Desa Pante Baro Kumbang
Kecamatan Peusangan Siblah Krueng

Sekolah Lapangan Tahap II

Pelaksanaan Sekolah Lapang Tahap  2. 

275

teknik budidaya padi sawah sistem tanam jarwo

Legowo adalah budidaya tanaman padi yang memiliki beberapa barisan. Budidaya tanaman legowo yang dilakukan saat sekolah lapang yaitu legowo padi sawah 2:1 dan 4:1

Pembuatan Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik Cair POC) yaitu pupuk organik yang berbentuk cairan. POC yang dipraktekkan di kelompok SL desa Babalan terbuat dari fermentasi urine sapi, empon-empon, daun pepaya, daun juar, air leri, air kelapa, tetes dan MOL Nanas. POC bermanfaat bagi tanaman padi karena mengandung unsur hara lengkap dalam jumlah yang kecil dan mengandung mikroorganisme baik yang dapat memperbaiki struktur tanah.

Sekolah Lapangan Petani

Sekolah Lapangan adalah proses pembelajaran non-formal bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, identifikasi masalah dan pemecahannya, mengambil keputusan, menerapkan praktek-praktek budidaya dan manajemen risiko yang lebih baik.

Tujuan SLP adalah :

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usahatani,
  • Meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usahataninya secara produktif;
  • Meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usahatani yang lebih baik
  • Membangun kemandirian petani dalam pengelolaan proses pembelajaran dari oleh, dan untuk petani.

Adapun dokumentasi di atas merupakan pelaksanaan SLP ke 2 di Desa Penambangan Kecamatan Semanding DI Kedunghireng yang diikuti oleh 25 Petani serta Staf Lapangan, PPL Pendamping dan Tim Kabupaten 


Perlakuan Benih sebelum tanam dan Penggunaan Pestisida (antisipasi musim penghujan)

Sekolah Lapang 2 kelompok Tani Sigoit Jae DI Sitandiang Kecamatan Pinangsori

PENGENALAN TENTENG TEKNOLOGI

SL TAHAP 2 DI LAKSANAKAN PADA 3 DAEARH IRIGASI 

Sekolah Lapang 2 MT. Rendeng TA. 2019

Sekolah Lapang 2 MT. Rendeng
Dilaksanakan Pada 8 Kelompok Tani
1. Poktan Bina Makmur IV Ds. Loyang Kec. Cikedung (Daerah Irigasi Cibelerang)
2. Poktan Rejeki Tani II Ds. Jatisura Kec. Cikedung (Daerah Irigasi Situbolang)
3. Poktan Sri Mulya Ds. Kroya Kec. Kroya (Daerah Irigas Cipondoh)
4. Poktan Sri Lestari Ds. Tanjungkerta Kec. Kroya (Daerah Irigasi Cilalanang)
5. Poktan Dewi Sri III Ds. Ilir Kec. Kandanghaur (Daerah Irigasi Sumber Mas)
6. Poktan Cikandung II Ds. Mekarwaru Kec. Gantar (Daerah Irigas Cipapan)
7. Poktan Mulya Jaya Tani Ds. Babakanjaya Kec. Gabuswetan (Daerah Irigasi Legeh)
8. Poktan Tani Mandiri Ds. Rancahan Kec. Gabuswetan (Daerah Irigasi Cipondoh

Sekolah Lapang MT. Rendeng di Hadiri 38 Orang : Poktan, KWT, PPL Wilbin, Staf Pendamping

Sosialisasi IPDMIP dan Persemaian

Pelaksanaan Sekolah Lapang Telah dilaksanakan sebanyak 36 kali pertemuan di 12 unit/poktan pelaksana SL. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 17 Februari 2020 sampai dengan 31 Maret 2020.

Pengenalan Benih Jagung Hibrida dan Inhibrida Sekaligus Sosialisasi Kostratani

Hasil Pertemuan :

1.     Pembukaan Sekolah Lapang IPDMIP DI Batang Sopan disampaikan oleh Staff IPDMIP Fauziah, S.ST.

2.     Kata Sambutan ataupun penyampaian informasi dari Ketua Poktan Sumber Daya, Bapak Jorong Timbo Abu, Koordinator BPP Kecamatan Talamau, Kadis TPHP, Kabid TPH, Ibuk Camat Kecamatan Talamau.

3.     Penyampaian materi tentang Pengenalan Benih Jagung Hibrida dan Inhibrida disampaikan oleh Penyuluh WKP Timbo Abu Refqi Jufri, A.Md.

4.     Pemilihan varietas unggul yang akan ditanam oleh petani harus
mempertimbangkan aspek tanah dan iklim (lingkungan), minat petani, potensi hasil tinggi, tahan hama penyakit dan kekeringan serta berumur genjah.

5.     Varietas unggul mempunyai peran besar dalam upaya peningkatan produktivitas karena berpotensi memberikan hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit serta potensi produksi pakan ternak (tebon) tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

6.     Varietas jagung hibrida dari Bima 1 sampai Bima 15 hasil Badan Litbang
Pertanian, masih belum banyak dikenal di masyarakat petani.

7.     Kostratani (komando trategis tingkat tani kecamatan) merupakan pusat kegiatan optimalisasi, tugas, fungsi, peran dengan memanfaatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dengan tujuan mewujudkan kedaulatan pangan.


Sekolah lapang padi IIK

Sekolah lapang  (SL) petani untuk budidaya padi  pada kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Petani/Kelompok Tani (IPDMIP-IFAD) terdiri dari 20 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 25 peserta sehingga jumlah peserta kesluruhan adalah 500 orang. Sekolah lapang dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan dan pelaksanaan SL  ini merupakan SL tahap ke-2 yaitu pada musim penghujan. 

Teknis Budidaya Tanaman Padi

Pembukaan SL-IPDMIP sekaligus pengarahan kebijakan kegiatan SL-IPDMIP tahun 2020

Sekolah Lapang di Kelompok Tani Shalawat Nagari Batu Hampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota

Sekolah Lapang Tahap II 2019

 Materi sekolah lapang yang disampaikan kepada petani mengenai budidaya tanaan padi serta inovasi terbaru mengenai budidaya tanaman padi. Selain itu penyuluh sebagai penyampai materi juga membuka diskusi untuk petani yang sudah memiliki inovasi di bidan budidaya tanaman padi. Salah satu contoh inovasi dalam budidaya tanaman padi adalah penggunan alsintan berupa combine untuk panen. Selain itu pada sekolah lapang tahap 2 petani juga diajak untuk mempelajari tentang analsis usaha tani. Analisis usaha tani dilakukan untuk mengetahui apakah usaha tani yang dilakukan untung atau merugi. Selain itu analisi uasaha tani juga dibuat untuk membandingkan produksi dan penghasilan pada musim kemarau dan musim hujan.


Penanaman jajar legowo

Sekolah Lapang II

Penyerahan Buku Catatan Petani

Pemberian Buku Catatan Petani sebagai Alat untuk menyimpan ilmu yang diberikan oleh narasumber kepada Petani, di kelompok Tolo O'o desa Karumbu kecamatan Langgudu Kab Bima

Pembagian Buku Catatan Petani

Pengadaan Buku Catatan Petani untuk Peserta Sekolah Lapang sebanyak 110 buah

Buku Catatan Petani

Buku Catatan Petani

Pengadaan Buku Catatan Petani sebanyak 2.528 Buah.
Dengan adanya Buku Catatan Petani ini, dapat membantu Petani dalam melakukan catatan/record berkaitan dengan kegiatan pertanian. Sehingga segala aktivitas petani dapat terlaksana dengan terencana dan terarah.

Buku Catatan Petani

Penyerahan Buku Catatan Petani

Review Penyuluh

Review adalah salah satu kegiatan untuk mengevaluasi dan melangkah ke lebih maju!

Penyerahan Buku Catatan Petani

Penyerahan Buku Catatan Petani

Buku Catatan Usaha Tani

Pengdandaan buku catatan usaha tani sebanyak 580 buah untuk petani peserta SL 1 

Buku Catatan Petani

Pemberian Buku Catatan Petani bertujuan agar petani membiasakan mencatan akan semua materi yang diberikan saat pelaksanaan SL.

25

Pengadaan Buku Catatan Tani

Pengadaan buku ctatan usah tani sebanyak 200 buah. dihrapkan petani terbisa mencatat, merencanakan, dan menghitung kegitan usaha taninya

Buku Catatan Bagi Petani

Pengadaan buku catatan bagi petani peserta SL sebanyak 500 buah buku

Buku Catatan Petani

Buku catatan petani berisi informasi singkat tentang IPDMIP, Budidaya tanaman padi hemat air, Hama penting tanaman padi, penyakit tanaman padi, MOL, varietas, analisa usaha tani, serta catatan harian untuk petani

Buku Catatan Petani

Dalam menjalankan usahataninya petani seringkali mengalami keberhasilan dan kegagalan. Untuk meningkatkan keberhasilan petani dalam mengelola usahataninya, proyek ingin agar petani juga dapat belajar dari pengalamannya sendiri. Apalagi umumnya petani di Indonesia sudah berusia lanjut, sehingga metodologi penyuluhan yang diterapkan perlu mempertimbangkan risiko yang dihadapi petani dan kemampuan mereka untuk mengadopsi teknologi yang disampaikan. Oleh karena itu, kegiatan yang akan diinvestasikan dalam proyek ini diusulkan bersifat langsung atau mudah diadopsi dalam jangka pendek. Salah satu hal yang akan proyek lakukan terkait dengan hal itu adalah mendorong kebiasan mencatat di kalangan petani dengan menyediakan buku catatan petani (farmer record books) untuk semua petani penerima manfaat proyek.

Tujuan Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kebiasaan mencacat di kalangan petani anggota kelompok dan menjadikan catatannya sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi, baik dalam kegiatan usahatani maupun kelompok.

Adapun pengadaan Buku Catatan Petani bagi petani peserta SLP sebanyak 375 buah.

Buku Catatan Petani IPDMIP

Pengadaan Buku Catatan Petani sebanyak 70 pcs

Catatan Usaha Tani

Penyerahan Buku Catatan Usaha Tani Kelompok Tani Mekar Tani I Kecamatan Pinangsori 

25 Buku per Kelompok Tani Pelaksana SL

Penyerahan Catatan Usaha Tani

Kelompok Tani Gelanggang Kecamatan Tapian Nauli

Rata2 24 Buku Per Kelompok Tani

Buku Catatan Petani 2019

Buku Catatan Petani (Farmer Record Books)

                          Dalam menjalankan usahataninya petani seringkali mengalami keberhasilan dan kegagalan. Pengadaan Buku Pencatatan Petani dimaksudkan untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok, terutama kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan IPDMIP. Diketahui bahwa selama ini masih banyak kelompok tani yang belum memiliki administrasi yang lengkap, diharapkan dengan adanya program ini bisa membantu memperbaiki administrasi kelompok. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong kebiasaan mencatat di kalangan petani agar semua petani yang terlibat dalam kegiatan IPDMIP dapat merasakan manfaatnya mengingat sebagian besar petani sudah berusia lanjut. Buku Pencatatan Petani yang diberikan kepada kelompok tani meliputi Buku Daftar Anggota, Buku Hadir Pertemuan, Buku Tamu, Buku Format Surat Masuk, Buku Format Surat Keluar, Buku Notulen, Buku Inventaris, Buku Produktivitas dan Hasil Produksi, Buku Kegiatan Kelompok, dan Buku Pemilik Usaha Tani.


Buku Catatan Petani

Pengadaan Buku Catatan Petani di Kabupaten Minahasa Selatan

Buku Catatan Petani

Pengadaan Buku Catatan Petani

Mencatat kegiatan Usahatani

CETAK BUKU CATATAN PETANI

CETAK BUKU CATATAN PETANI DIBERIKAN KEPADA PESERTA SEKOLAH LAPANG YANG TERDIRI DARI KETUA DAN PENGURUS DAN ANGGOTA KELOMPOK YANG PERWAKILANNYA MENGIKUTI SEKOLAH LAPANG

penyerahan buku catatan petani

CETAK BUKU CATATAN PETANI

Cetak buku catatan petani sebanyak 400 buku/buah

Buku Catatan Petani 2020

Dalam menjalankan usahataninya petani seringkali mengalami keberhasilan dan kegagalan. Pengadaan Buku Pencatatan Petani dimaksudkan untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok, terutama kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan IPDMIP. Diketahui bahwa selama ini masih banyak kelompok tani yang belum memiliki administrasi yang lengkap, diharapkan dengan adanya program ini bisa membantu memperbaiki administrasi kelompok. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong kebiasaan mencatat di kalangan petani agar semua petani yang terlibat dalam kegiatan IPDMIP dapat merasakan manfaatnya mengingat sebagian besar petani sudah berusia lanjut. Buku Pencatatan Petani yang diberikan kepada kelompok tani meliputi Buku Daftar Anggota, Buku Hadir Pertemuan, Buku Tamu, Buku Format Surat Masuk, Buku Format Surat Keluar, Buku Notulen, Buku Inventaris, Buku Produktivitas dan Hasil Produksi, Buku Kegiatan Kelompok, dan Buku Pemilik Usaha Tani.


Buku Catatan Petani

Buku Catatan Petani

Berikut ini foto dari Kecamatan: Kandanghaur Desa: Ilir Poktan: Dewi Sri III Daerah Irigasi: Sumbermas.
Mewakili kecamatan lain: Cikedung, Gantar, Kroya Desa Tanjungkerta, Kroya desa kroya, Gabus Wetan & CIkedung


Berbagi Pengalaman antgar Petani

Mendengarkan Pengalaman selama melakukan SL atara Petani Peserta SL di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima

Petani Berbagi Pengalaman

Identifikasi permasalahan pada usahatani padi

Forum Berbagi Pengalaman

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani

Forum Berbagi Pengalaman

Forum BerbagiPengalaman antar petani di masing - masing DI.

225

Forum Berbagi Antar Petani

Forum Berbagi Antar Petani

Forum Berbagi Pengalaman antar Petani

Forum antar petani

Pertemuan forum antar petani dilaksanakan sebanyak 1 kali yang. yang terdiri dari perwakilan petani peserta SL, penyuluh pendamping dan tim pelaksana kegiatan

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani Komoditas Jagung

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani Komoditas Jagung dilaksanakan pada Tanggal 16 Oktober 2019 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Semanding. dengan 70 peserta yang terdiri dari 60 peserta SLP IPDMIP dari 3 desa yakni Desa Genaharjo, Desa Penambangan, Desa Sambongrejo dan 10 petugas dari staf lapang dan penyuluh pertanian Kecamatan Semanding beserta tim dari Kabupaten. kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setelah pelaksanaan SL IPDMIP selesai. kegiatan ini bertujuan untuk membangun komunikasi antar petani, berbagi ilmu baik dari teknologi pertanian maupun informasi bidang pertanian dan menjalin silahturahmi antar petani.

Pemupukan Berimbang

Pupuk Berimbang adalah  suatu cara pemberian pupuk makro (NPKS ) yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian unsure hara mikro yang lain. Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S dapat diambil dari pupuk kimia, sedang unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/ kandang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah.

Forum Temu Tani

Forum Temu Tani Kelompok Tani di Daerah Irigasi Sipea-pea Kecamatan Sorkam Barat

Forum Berbagi Pengalaman Petani

Forum berbagi pengalaman antar petani di Gapoktan Penggaron, Japanan dan Kebondalem

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani (Farmer to Farmer Knowledge Sharing Forums)

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani (Farmer to Farmer

Knowledge Sharing Forums)

              Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran di antara petani. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk diskusi dan berbagi pengalaman antar petani sekolah lapang, tujuan kegiatan ini untuk menambah wawasan, pengalaman, dan berbagi ilmu antar petani yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baru dalam usaha taninya, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangun kepedulian petani didaerah sekitar proyek IPDMIP, sehingga petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih dapat menularkan pengetahuan dan keterampilannya pada petani-petani yang lainnya. Dalam proses pelaksanaan kegiatan sharing to sharing, petani yang berada di wilayah IPDMIP yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baru dalam usaha taninya memeberikan penyuluhan terhapat petani lainnya dalam satu wilayah yang sama. Petani unggulan ini di dorong untuk menyampaikan dan menyebarluaskan pngetahuan dan keterampilannya agar dapat membantu petani di wilayah IPDMIP lainnya, untuk mengembangkan hasil usaha taninya.


Forum Sharing

PANEN RAYA

FORUM BERBAGI PENGALAMAN ANTAR PETANI DILAKSANAKAN DI 3 KECAMATAN :

  • CIMANUK TANGGAL 17 JULI 2019
  • PULOSARI TANGGAL 29 JULI 2019
  • PANDEGLANG TANGGAL 30 JULI 2019


Forum Berbagi Pengalaman antar Petani

Untuk membagi Pengalaman kegiatan usahatani terutama yang mengikuti kegiatan sekolah lapang kepada petani yang tidak mengikuti sekolah lapang

teknologi pertanian

forum temu tani bertujuan untuk saling menukar informasi masalah pertanian diantara sesama petani yang tergabung di daerah irigasi IPDMIP

pelatihan ketua kelompok mejadi penyuluh swadaya

Pelatihan Ketua Kelompok menjadi Penyuluh Swadaya diikuti oleh ketua-ketua kelompok yang mendapatkan Kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP. Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari dan diikuti oleh 30 orang peserta.

Teknik Pengendaian Kepinding Tanah

Kepinding Tanah

Salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman padi adalah serangga kepinding tanah. Serangan kepinding tanah pada awal musim menyebabkan pengurangan jumlah anakan dan tanaman menjadi kerdil. Kepinding tanah yang menyerang malai mengakibatkan malai tidak berkembang sempurna dan bulir kosong.

Cara Membuat Bahan Pengendalian Kepinding Tanah

Alat dan Bahan :

1.     Oli Bekas 600 ML

2.     Botol Air Mineral

3.     Sabut Kelapa

Cara :

1.     Masukkan Oli Bekas ke dalam botol air mineral

2.     Tutup menggunakan sabut kelapa hingga tertutup rapat

3.     Lubangi Bagian Bawah dari botol air mineral

4.     Letakkan pada pintu air di areal persawahan

5.     Pastikan air tergenang untuk petakan sawah agar oli yang keluar perlahan tidak hanyut

6.     Aroma Oli bekas akan membuat kepinding tanah naik ke atas batang dan membuat kepinding akan mati secara perlahan

7.     Lakukan 2 sampai 3 kali setiap musim tanam

Diskusi tentang permasalahan yang dihadapi petani dilapangan oleh Penyuuh WKP

Ø Kegiatan ditutup dengan foto dan makan bersama


Sosialisasi Program IPDMIP, Teknologi yang diterapkan pada budidaya padi

1. Sosialaisasi Program IPDMIP 

2. Review Paket Teknologi yang diterapkan oleh petani yang merupakan desiminasi  teknologi yang diajarkan dalam pembelajaran Sekolah Lapang IPDMIP bagi anggota kelompok tani disekitar wilayah Daerah Irigasi IPDMIP

3. Informasi peningkatan produktifitas hasil pertanian 

Cross Village Visits

Kunjungan Lintas Desa / Berbagi pengalaman antar petani

Kunjungan Antar Desa

Kunjungan antar desa di wilayah DI dengan sasaran petani mengadopsi teknologi yang sudah diterapkan 

Kunjungan Antar Desa

Kunjungan Antar Desa

100

Kunjungan antar Desa per Kecamatan

Kunjungan Lapang Antar Desa

Kunjungan lapang antar desa petani ke Gapoktan POjok Kulon Kec. Kesamben kab. Jombang sebagai juara gapoktan nasional dan penerima program hulu hilir propinsi Jawa Timur

Kunjungan Antar Desa (Cross Village Visits)

Kunjungan Antar Desa (Cross Village Visits)

              Kegiatan ini merupakan perjalanan bersama yaitu perjalanan bersama antara petani di wilayah IPDMIP berkunjung ke desa yang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih dalam meningkatkan usaha taninnya. Dalam kegiatan ini diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi dsn terbukannya wawasan petani karena melihat secara langsung hasil dari penerapanan suatu teknologi untuk meningkatkan hasil usaha tani.

              Dalam proses kegiatan lintas desa, petani dari wilayah IPDMIP berkumpul atau melakukan suatu perjanlanan ke petani untuk belajar dari petani di desa yang dikunjungi, dengan kegiatan ini petani wilayah IPDMIP dapat termotivasi untuk berkinerja lebih baik dan dapat menyaksikan sendiri hasil dari pengembangan dan penerapan teknologi, ataupun keterampilan dari sesama petani dari berbeda wilayah, selain itu petani juga diharapkan dapat mengenal masalah, tumbuh minat, menaruh perhatian dan termotivasi untuk melakukan pengembangan dalam meningkatkan usaha taninya.


UNJUNGAN ANTAR DESA

KUNJUNGAN ANTAR DESA DILAKSANAKAN DI 3 KECAMATAN DI :

  • MENES TANGGAL 29 MEI 2019
  • PULOSARI TANGGAL 22 MEI 2019 DAN
  • CIMANUK TANGGAL 12 MEI 2019

Kunjungan lintas pedesaan oleh petani ke lokasi Mina Padi

hari kamis/ 17 sept 2020

lokasi kelmpok tani sepakat jorong patamuan nagari talu

Kunjungan Lintas Pedesaan (Cross vilage visits) oleh petani DI Batang Tongar ke DI Batang Ingu Kec.Talamau Kab.Pasaman Barat dilaksanakan dalam rangka keinginan dari petani untuk belajar dan proses adopsi tekhnologi dari DI Batang Ingu atas keberhasilan petaninya yang selama ini hanya bertanam satu kali bisa menjadi dua kali dalam setahun....

Disamping itu dari luasan sawah 350 Ha maka beberapa Ha sudah pula dijadikan budidaya mina padi, tujuan petani masih sederhana dia ingin padi panen ikan pun panen...

Hamparan padi yang luas, pemandangan yg indah serta keramahtamahan petani batang ingu membuat peserta kunjungan dari DI Bt.Tongar sangat Puas dengan kegiatan ini.


Informasi Paket Teknologi Budidaya Padi

1. Review Teknologi Budidaya Padi yang telah diterapkan oleh anggota poktan pelaksana kegiatan sekolah lapang

2. Informasi dan sosialisasi Program IPDMIP

3. Informasi Peningkatan hasil produktifitas pertanian khususnya komoditi padi

Penghargaan untuk Penyuluh Teladan

Penghargaan untuk Penyuluh Teladan

Penghargaan pada penyuluh

Pemberian penghargaan pada penyuluh IPDMIP Kab Bima

7

Penghargaan untuk Penyuluh

Apresiasi Penghargaan untuk Penyuluh Teladan pada Kegiatan IPDMIP Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bireuen

Penghargaan Penyuluh dan Penghargaan Petani Berprestasi 2019

B.           Penghargaan Untuk Penyuluh (Prizes-Extension)

              Berakhirnya kegiatan IPDMIP Tahun 2019 ditutup dengan dilaksanakannya kegiatan penghargaan kepada Pendamping Penyuluh Pertanian. Dalam rangka meningkatkan motivasi kerja penyuluh, program ini memberikan apresiasi berupa pemberian penghargaan bagi penyuluh yang memiliki pengalaman dan prestasi kinerja terbaik. Penghargaan yang diberikan bagi penyuluh berkinerja terbaik tersebut berupa paket perlengkapan untuk menunjang kinerja penyuluh. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi penyuluh untuk meningkatkan kinerja melalui pemberian pelayanan prima dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan. Penghargaan ini diberikan kepa 6 (enam) orang penyuluh berprestasi setiap tahunnya.

B.           Penyimpanan Benih Padi di Lapangan (On-Farm Seed Storage)

              Proyek akan memastikan bahwa setiap petani sasaran dapat menjaga mutu benih dengan menyimpan benh di sebuah tempat yang kedap udara dan bebas hama. Oleh karena itu penyimpanan benih padi harus dilakukan dengan cara yang benar supaya tidak mengalami penurunan tingkat perkecambahan secara signifikan. Itulah sebabnya proyek akan memberikan tempat penyimpanan benih padi di lapanagan berupa Drum. Dengan memfasilitasi alat penyimpanan ini petani akan mudah menyimpan benih varietas unggul mereka secara berkelanjutan. Sehingga dengan benih unggul yang terjaga tersebut diharapkan peningkatan hasil panen dapat meningkat.


Penghargaan Penyuluh Berprestasi

Penilaian dan Pemberian Penghargaan kepada Penyuluh Berprestasi Program IPDMIP Kabupaten Minahasa Selatan

Penghargaan Penyuluh

Penghargaan Penyuluh

PERSIAPAN PENILAIAN BAGI PENYULUH

Dalam rangka meningkatkan motivasi kerja penyuluh, Proyek memberikan apresiasi berupa pemberian penghargaan bagi penyuluh yang memiliki pengalaman dan prestasi kinerja terbaik. Penghargaan yang diberikan bagi penyuluh berkinerja terbaik tersebut dapat berupa kunjungan ke proyek lain, misalnya proyek PIS Agro di Jawa; kesempatan untuk mengikuti pelatihan untuk pengembangan profesi penyuluh; pengakuan formal oleh Bupati di tingkat kabupaten, dan lain-lain.
Penyuluh berprestasi nantinya dapat diusulkan untuk menjadi pembibing teknis bagi penyuluh lain yang memerlukan. Dengan cara ini diharapkan penyuluh lainya dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Penilaian Penyuluh/staf lapangan Ipdmip DI


Penataan ketenagaan Penyuluh Pertanian diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan pembangunan pertanian guna mendorong pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan kesadaran dalam kelestarian fungsi lingkungan hidup.

          Dalam rangka peningkatan kualitas dan kapasitas kinerja penyuluh serta peningkatan produksi usaha tani, perlu diberikan motivasi melalui kegiatan penilaian terhadap Penyuluh Pegawai Negeri Sipil, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya, dan Staf Lapangan IPDMIP Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020.

dengan hasil :

Penyuluh Berprestasi

1. Wildia Putra

2. Ahmad Zein

3. Khaidir Ali

Staf Ipdmip Berprestasi

1. Sulastri

2. Amelia Gustiarini

3. Rifandi


Penilaian PPL/THL Prestasi

Penilaian berdasarkan aspek persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, pengembangan penyulhan, peran aktif dalam peningkatan kelembagaan dan pengeloaan manajemen usaha pertanian

Penerimaan Penghargaan untuk Petani Teladan

Penerimaan Penghargaan untuk Petani Teladan

7

Pemberian penghargaan pada petani

Pemberian Penghargaan pada Petani berprestasi Kabupaten Bima

Penghargaan untuk Petani

Apresiasi Penghargaan untuk Petani Teladan pada Kegiatan IPDMIP Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bireuen

Penilaian Petani berprestasi

Penilaian Petani Berprestasi dari 3 (Tiga) Daerah Irigasi yaitu Wira Bangun, Way Abang dan Jaya Sakti

Penghargaan Petani Berprestasi

Penilaian dan Pemberian Penghargaan kepada Petani Berprestasi Program IPDMIP Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2019 sebanyak 22 Orang

penghargaan petani

PERSIAPAN PENILAIAN BAGI PETANI

Dalam rangka meningkatkan motivasi petani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengadopsi teknologi yang dikenalkan oleh penyuluh, Proyek memberikan apresiasi berupa pemberian penghargaan bagi petani baik (laki-laki maupun perempuan) yang berkinerja baik. Penghargaan yang diberikan berupa pemberian hadiah sejumlah kecil uang tunai, atau voucher bahan bakar, dan juga, pengakuan oleh Bupati.
Petani berprestasi ini dapat diusulkan menjadi penyuluh swadaya dan diberi peran dalam kegiatan penyuluhan dari petani untuk petani. Dengan cara ini diharapkan petani lainya dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Penilaian Petani Berprestai IPDMIP

Kelompok Tani Laut Tinggal  Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh

Melaksanakan Kunjungan Penilaian kelembagaan dan ketenagaan berprestasi ke Kelompok Tani Laut Tinggal

22 Juli 2020

Telah dilaksanakan Kunjungan Penilaian kelembagaan dan ketenagaan berprestasi  ke Kelompok Tani Laut Tinggal :

Penilaian petani berprestasi merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah terhadap kinerja dan produktivitas petani dalam melaksanakan kegiatan usaha tani.

penilaian petani berprestasi untuk memberikan motivasi kepada petani sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam mengelola usaha taninya. Selain itu, pemberian penghargaan kepada Balai Penyuluhan Kecamatan berprestasi adalah untuk memberikan motivasi kepada pimpinan kelembagaan penyuluhan kecamatan, para penyuluh, aparat setempat untuk lebih meningkatkan tugas dan fungsi balai dalam menyelenggarakan penyuluhan pertanian

Penilaian Petani Prestasi

- Penilaian berdasarkan pengelolaan manajemen usaha, paket teknologi yang diterapkan dalam proses budidaya, peran aktif petani dalam proses penyuluhan

Pemetaan Rantai Nilai 2018

Mapping Value Chain merupakan pemetaan penilaian bisnis di suatu wilayah dengan melihat rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi pelanggan. Pemetaan dilakukan di 12 Daerah Irigasi atau disingkat D.I dengan waktu pelaksanaan 2 bulan. Pelaksanaan pemetaan dilaksanakan dengan kerjasama dengan pihak ketiga yaitu CV. INSANIKA yang beralamat di  Jln. Kyai Mojo, Gang  Nongko No. 05,  RT 04, RW 01, Kel. Ketanggi Kec. Ngawi Kab. Ngawi. Urutan kegiatan meliputi tahap:

1. Persiapan

2. Pengumpulan dan penilitian data awal

3. Laporan Pendahuluan

4. Peneliti lanjutan dan diskusi draft laporan Akhir

5. Laporan Akhir

Berdasarkan pemetaan rantai nilai Terdapat dua D.I dengan kemampuan saluran irigasi di atas 100% yaitu D.I. Tambak Lulang B dan D.I. Cepret. Artinya pada kedua D.I tersebut sudah tidak membutuhkan pembangunan saluran irigasi tambahan. Terdapat empat D.I dengan kemampuan saluran irigasi di atas rata-rata 79,81%. Artinya pada empat D.I yaitu D.I. Tengah, D.I. Candi, D.I Selang dan D.I Pilang Bango masih membutuhkan saluran irigasi tambahan namun dengan tingkat kebutuhan yang tidak mendesak. Terdapat 6 D.I dengan kemampuan saliran irigasi di bawah rata-rata 79,81%. Artinya pada 6 D.I, yaitu D.I. Baron, D.I. Kenongo, D.I. Ngarengan, D.I. Karang Aren, D.I. Pleret dan  D.I. Tejo membutuhkan tambahan saluran irigasi dengan tingkat kebutuhan yang mendesak. Daerah Irigasi dengan tingkat kebutuhan paling mendesak untuk mendapatkan pembangunan saluran irigasi adalah D.I Kedung Aren. D.I Kedung Aren merupakan satu-satunya daerah irigasi dengan luas sawah belum terlayani saluran irigasi di atas 300 Ha. Terdapat empat daerah irigasi dengan luas sawah yang belum mendapat pelayanan saluran irigasi antara 200 – 300 Ha, yaitu D.I. Baron, D.I. Kenongo, D.I. Pleret dan D.I. Tejo. Hal ini menunjukkan bahwa pada empat daerah irigasi tersebut mempunyai tingkat kebutuhan yang sangat mendesak untuk mendapatkan pembangunan tambahan saluran irigasi. Terdapat tiga daerah irigasi dengan luas sawah yang belum mendapat pelayanan saluran irigasi antara 100 – 200 Ha, yaitu D.I. Tengah, D.I. Candi dan D.I. Ngarengan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tiga daerah irigasi tersebut mempunyai tingkat kebutuhan yang cukup mendesak untuk mendapatkan pembangunan tambahan saluran irigasi. Terdapat dua daerah irigasi dengan luas sawah yang belum mendapat pelayanan saluran irigasi di bawah 100 Ha, yaitu D.I. Selang dan D.I. Pilang Bango. Hal ini menunjukkan bahwa pada dua daerah irigasi tersebut mempunyai tingkat kebutuhan yang kurang mendesak untuk mendapatkan pembangunan tambahan saluran irigasi.


PEMETAAN AWAL RANTAI NILAI

PEMETAAN AWAL RANTAI NILAI 

Kegiatan ini didasari oleh keinginan Proyek agar Petani memperoleh manfaat yang seoptimal mungkin dari lahan pertanian beririgasi yang dikelolanya. Karena jenis komoditas yang paling relevan dan menarik untuk diusahakan bagi petani di lahan irigasi pada sebagian besar wilayah sasaran proyek adalah padi dan sayuran/tanaman lain, maka pemetaan rantai nilai pada Proyek ini difokuskan pada pemetaan mata rantai padi dan sayuran/tanaman lain.

Pemetaan awal Rantai nilai

Untuk mengetahui alur pemasaran hasil sampai ke konsumen 

Pertemuan Pemetaan Awal Rantai Nilai (Value Chain Mapping)

1.       Kegiatan Pertemuan Pemetaan Awal Rantai Nilai (Value Chain Mapping) di buka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Dalam sambutannya beliau meminta agar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut mematuhi protokoll kesehatan Covid-19. Selain itu diharapkan rantai pemasaran hasil produksi pertanian semakin pendek, sehingga petani bisa memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dimana kondisi saat ini pemasaran hasil produksi pertanian setelah panen langsung dibawa oleh pedagang atau toke keluar daerah. Diderah lain yang menerima padi atau jagung dari pasaman Barat diolah dan diberi label tertentu sehingga lebih meningkatkan nilai ekonomii produk pertanian tersebut, seperti beras.

2.         Peningkatan Akses dan Layanan Pasar

Tahapan Pelaksanaan:

-         Pembentukan tim Rantai Nilai (Pusat, Provinsi dan Kabupaten)

-         Pelatihan Rantai Nilai bagi tim kabupaten

-         Pembuatan peta Rantai Nilai padi dan tanaman bernilai ekonomi tinggi lainnya

-         Workshop untuk validasi hasil pemetaa

-         Fasilitasi pelaksanaan Rantai (pelatihan, bantuan peralatan, demonstrasi, dll)

-         Penyaluran Rantai Nilai

-         Anggota Tim Rantai Nilai IPDMIP

NPIU

    Tim Konsultasi dan Tim Tekhnis

PPIU

    Tim Konsultasi dan Tim Tekhnis

DPIU

Konsultan kabupaten, Tim Tekhnis DPIU, Penyuluh

    (PPL/THL TBPP/ Staf Lapangan IPDMIP/ Penyuluh Swadaya)

 

DPIU bertugas untuk :

-         Membuat data Rantai Nilai

-         Workshop validasi peta Rantai Nilai

-         Studi pemutahiran Rantai Nilai (Kesepakatan dan perubahan)

-         Fasilitasi Kegiatan Rantai Nilai


VALIDASI RANTAI NILAI

Hasil pemetaan awal rantai nilai oleh Tim Rantai Nilai perlu divalidasi agar peta rantai nilai yang digambarkan dalam peta disempurnakan dan dilengkapi dengan masukan dari para pemangku kepentingan untuk memastikan keabsahan melalui workshop validasi rantai nilai merupakan kelanjutan dari pemetaan awal rantai nilai (Initial Value Chain Mapping). Kegiatan ini didasari oleh adanya kebutuhan untuk memastikan keabsahan hasil pemetaan rantai nilai yang dibuat oleh Tim Rantai Nilai. Melalui workshop validasi rantai nilai diharapkan agar berbagai faktor pembatas yang ada pada petani dalam upaya peningkatan efisiensi pasar dan peningkatan kualitas produk dapat dicarikan jalan keluarnya melalui pelibatan peran pihak swasta atau investor non-pemerintah yang beminat untuk turut bekerja bersama pemerintah dalam mengatasi permasalahan petani.

Validasi Rantai nilai

Untuk memfasilitasi dan memvalidasi  hasil petaan awal rantai nilai

Validasi Rantai Nilai

Hasil pemetaan awal rantai nilai oleh Tim Rantai Nilai perlu divalidasi agar peta rantai nilai yang digambarkan dalam peta disempurnakan dan dilengkapi dengan masukan dari para pemangku kepentingan untuk memastikan keabsahan melalui workshop validasi rantai nilai merupakan kelanjutan dari pemetaan awal rantai nilai (Initial Value Chain Mapping)

Penyerahan Drum

Penyerahan Drum

Pembelian Alat Penyimpan Benih

Pengadaan Drum Penyimpn benih

Pengadaqn 100 Unit Drum Penyimpan benih kedap udara

Drum Penyimpanan Benih

Dalam rangka menjaga kualitas benih padi dengan baik di setiap musim tanam perlu dilakuakn penyimpanan benih dengan cara yang benar supaya benih tidak mengalami penurunan tingkat perkecambahan secara signifikan. oleh sebab itu diperlukan drum penyimpanan benih kedap udara untuk penyimpanan benih padi kepada peserta Sekolah Lapang Petani (SLP) di Kabupaten Tuban.

Adapun yang kami laporkan saat ini adalah penyerahan Drum Penyimpanan Drum di Kelompok Tani Maju Tani Desa Mentoro yang masuk Daerah Irigasi (DI) Tempur Kecamatan Soko Kabupaten Tuban pada tanggal 03 Desember 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 25 petani yang terdiri dari 15 peserta laki - laki dan 10 peserta perempuan.

tempat penyimpanan benih

Penyerahan Sarana Penyimpanan Benih di Lapangan (Drum)

5 Unit per Kelompok Tani

Peralatan

Penyimpanan Benih Padi di Lapangan (On-Farm Seed Storage)

              Proyek akan memastikan bahwa setiap petani sasaran dapat menjaga mutu benih dengan menyimpan benh di sebuah tempat yang kedap udara dan bebas hama. Oleh karena itu penyimpanan benih padi harus dilakukan dengan cara yang benar supaya tidak mengalami penurunan tingkat perkecambahan secara signifikan. Itulah sebabnya proyek akan memberikan tempat penyimpanan benih padi di lapanagan berupa Drum. Dengan memfasilitasi alat penyimpanan ini petani akan mudah menyimpan benih varietas unggul mereka secara berkelanjutan. Sehingga dengan benih unggul yang terjaga tersebut diharapkan peningkatan hasil panen dapat meningkat.


Penyimpanan Benih

Tempat Penyimpanan Benih

Pengadaan Penyimpanan Benih

Pengadan drum penyimpanan benih sejumlah 174 buah yang akan didistribusikan kepada kelompoktani penerima bantuan di wilayah proyek IPDMIP

Penyerahan Drum Penyimpanan Benih

Penyerahan Drum Penyimpanan Benih kepada 25 Kelompok Tani dengan Jumlah Total Drum sebanyak 267 Drum Penyimpanan Benih.

Dengan rincian distribusi :
Kec. Samalanga : 4  Klp. Tani = 44 Drum
Kec. Pandrah      : 8  Klp. Tani = 88 Drum
Kec. Peudada     : 5  Klp. Tani = 50 Drum
Kec. Makmur      : 3  Klp. Tani = 30 Drum
Kec. Gandapura : 5  Klp. Tani = 55 Drum

Demonstrasi Peralatan

Peserta SL menyaksikan Demonstrasi Peralatan Hansprayer di Kelompok Tani Oi Sonco I Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima

Demonstration

Demonstrasi Peralatan

Demonstrasi Peralatan

Demonstrasi pearlatan

75

Demonstrasi Handsprayer Matic

Demonstrasi Alat Pertanian (Handsprayer Matic)

Pengadaan Alsintan

Pengadaan alsintan untuk membantu usaha tani

Demonstrasi Alsintan

Kegiatan Demosntrasi Alsintan dilaksanakan pada tanggal 03 Desember 2019 di Sendang Gede Desa Penambangan Kecamatan Semanding yang dihadiri oleh 60 peserta yakni 50 petani dari 3 desa yatu Desa Penambangan, Desa Genaharjo dan Desa Sambongrejo sedangkan 10 peserta terdiri dari PPL, Staf Lapangan Kecamatan Semanding dan Tim dari Kabupaten.

Pengenalan alat Cultivator

1. Pembukaan oleh staf lapangan IPDMIP
2. Sambutan dari Kepala UPT-BP Kec. Pasaman
Petani diharapkan mengikuti demonstrasi alsintan dengan sebaik – baiknya sehingga ilmu yang didapatkan di demonstrasi alsintan dapat bermanfaat dalam usaha tani. Penggunaan alsintan dalam usaha tani dapat mempermudah kerja petani, selain itu juga dapat menghemat waktu, biaya dan tenga kerja. Dengan adanya demonstrasi alsintan diharakan petani dalam memanfaatkan teknologi dalam usaha taninya.
3. Pengenalan alat Cultivator oleh Kasi Alsintan Bidang SPP
a. Fuel Valve Lever : Kran bahan bakar membuka dan menutup koneksi antara tangki bahan bakar dan karburator.Keran bahan bakar harus pada posisi ON agar mesin dapat berjalan.
b. Knop Choke   : membuka dan menutup katup choke didalam karburator. Posisi TUTUP memperkaya/ memperbanyak campuran bahan bakar agar mesin dapat dihidupkan dalam kondisi dingin.Pada posisi BUKA menyediakan campuran bahan bakar yang benar selama pengoperasian dan agar mesin dapat dihidupkan dalam kondisi panas.
c. Saklar Mesin   : Saklar mesin berfungsi mengontrol system pengapian.
d. Gagang Starter   : Untuk menghidupkan mesin dengan cara recoil starter/ menarik gagang starter sehingga mengengkol mesin dan menghidupkannya.
e. Tuas Throttle / Gas : Tuas throttle mengontrol kecepatan putaran mesin. Pemindahan tuas throttle seperti pada gambar akan membuat laju mesin menjadi cepat atau lambat. Kecepatan dikontrol dengan cara menyesuaikan tuas throttle. Pada posisi throttle maksimum, mata garu akan berotasi dengan kecepatan tertinggi. Memindahkan tuas throttle ke posisi langsam akan mengurangi kecepatan mata garu.
f. Pengatur Tinggi Setang : Tinggi setang dapat diatur untuk menyesuaikan dengan tinggi operator. Untuk penggaruan normal, posisi operator yang paling nyaman adalah dengan setang setinggi pinggang.
g. Tuas Kopling Utama : Tuas kopling utama menekan dan melepas transmisi yang mendorong mata garu.
h. Tuas Transmisi   : Transmisi terdiri atas pilihan: dua kecepatan maju, netral, dan mundur. Posisi tuas transmisi ditunjukkan pada panel transmisi.
i. Batang Penarik   : Batang penarik mengontrol kedalaman menggaru dan harus selalu diginakan saat menggaru. Komponen ini memudahkan anda mengatasi kekerasan tanah. Ketinggian ideal batang penarik akan tergantung pada tipe tanah saat digaru. Umumnya batang penarik harus disetel sampai tiller agak miring kebelakang.

Fungsi Cultivator

Cultivator berfungsi mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah yang besar, sebelum penanaman (untuk mengaerasi tanah) maupun setelah benih atau bibit tertanam (untuk membunuh gulma). Berbeda dengan garu mengaduk sebagian besar permukaan tanah, cultivator mengaduk tanah sebagian saja secara hati-hati sehingga tidak mengganggu tanaman pertanian.

Cultivator bertujuan untuk:

1. Memberantas tanaman pengganggu
2. Memperbaiki aerasi tanah mempertahankan kadar lengas tanah
3. Memacu kerja mikroorganisme lebih aktif
4. Mengembangkan penyediaan unsur hara dalam tanah
5. Menggemburkan tanah agar penetrasi akar tanaman pokok lebih mudah

Setelah penjelasan materi oleh narasumber, acara dilanjutkan dengan demonstrasi alsintan oleh petani.

Demonstrasi alat 2019

 Peralatan untuk Demonstrasi (Demonstration Equipment)

              Dalam rangka pengembanagan mekanisasi pertanian, Proyek memfasilitasi metoda penyuluhan berupa demonstrasi peralatan pertanian. Kegiatan ini dipandang perlu mengingat adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, diantaranya biaya tenaga kerja yang terus meningkat serta keterbatasan tenaga kerja. Peralatan untuk demonstrasi ini digunakan dalam Sekolah Lapang di kelompok tani IPDMIP pada lahan sawah petani. Sekolah lapang ini mempraktekan bagaimana melakukan perawatan tanaman yang efektif dan ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan Handsprayer dengan Pupuk Organik Cair (POC). Alat peraga yang difasilitasi ini dapat membantu petani untuk lebih memahami materi yang diberikan dengan dapat melihan serta mempraktekan secara langsung di lahan pertanain mereka. Sehingga ilmu yang diserap petani akan lebih baik.


DEMONSTRASI MESIN PERTANIAN

Dalam rangka pengembangan mekanisasi pertanian, Proyek memfasilitasi metoda penyuluhan berupa demonstrasi peralatan pertanian. Kegiatan ini dipandang perlu mengingat adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, diantaranya biaya tenaga kerja yang terus meningkat dengan cepat, peningkatan usia petani dan menurunnya minat generasi muda terhadap pekerjaan pertanian. Keterbatasan tenaga kerja telah mengakibatkan petani melakukan penanaman dengan melewati waktu tanam yang optimal atau adakalanya terpaksa tidak melakukan beberapa hal penting dalam usahatani, misalnya penyiangan gulma sehingga mengurangi potensi hasil hingga 25%.
Dengan asumsi bahwa biaya usahatani dan kegiatan non pertanian terus meningkat, maka Proyek memberikan fasilitasi berupa peningkatan pelayanan Alat Mesin Pertanian kepada kelompok sasaran sebagai sarana untuk memastikan peningkatan produktivitas di wilayah dengan tenaga kerja yang rendah.

Pengadaan Hansprayer

Pengadaan alat untuk membantu petani melakukan penyemprotan pada budidaya 

demonstrasi alsintan

demonstrasi alsintan dilaksanakan pada daerah irigasi IPDMIP dengan menggunakan alsintan combine harvester

Demonstrasi Peralatan

Demonstrasi peralatan yang mendukung kegaiatan Srkolah Lapang berupa pengadaan peralatan handsprayer elektrik sejumlah 26 unit

Demonstrasi

Demonstrasi penggunaan Alat ( Hansprayer ) pada peserta SL Kelompok Tani Oi Sonco 1 Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima

Demonstrasi Penanaman Padi

Demonstrasi Tanam Padi dengan Menggunakan Mesin Tanam Padi Otomatis atau Rice Transplanter sebagai salah satu penerapan Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian serta mekanisasi pertanian di tingkat kelompok tani.

Demonstrasi Traktor Roda 4

Demontrasi

Demonstrasi

Demonstrasi

Demonstrasi

Demontrasi Combine Harvester

pelatihan mekanisasi alsin

Paralatan untuk Demonstrasi 2019

Peralatan untuk Demonstrasi (Demonstration Equipment

Dalam rangka pengembanagan mekanisasi pertanian, Proyek memfasilitasi metoda penyuluhan berupa demonstrasi peralatan pertanian. Kegiatan ini dipandang perlu mengingat adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, diantaranya biaya tenaga kerja yang terus meningkat serta keterbatasan tenaga kerja. Peralatan untuk demonstrasi ini digunakan dalam Sekolah Lapang di kelompok tani IPDMIP pada lahan sawah petani. Sekolah lapang ini mempraktekan bagaimana melakukan perawatan tanaman yang efektif dan ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan Handsprayer dengan Pupuk Organik Cair (POC). Alat peraga yang difasilitasi ini dapat membantu petani untuk lebih memahami materi yang diberikan dengan dapat melihan serta mempraktekan secara langsung di lahan pertanain mereka. Sehingga ilmu yang diserap petani akan lebih baik.


Paralatan untuk Demonstrasi

B.           Peralatan untuk Demonstrasi (Demonstration Equipment)

              Dalam rangka pengembanagan mekanisasi pertanian, Proyek memfasilitasi metoda penyuluhan berupa demonstrasi peralatan pertanian. Kegiatan ini dipandang perlu mengingat adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, diantaranya biaya tenaga kerja yang terus meningkat serta keterbatasan tenaga kerja. Peralatan untuk demonstrasi ini digunakan dalam Sekolah Lapang di kelompok tani IPDMIP pada lahan sawah petani. Sekolah lapang ini mempraktekan bagaimana melakukan perawatan tanaman yang efektif dan ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan Handsprayer dengan Pupuk Organik Cair (POC). Alat peraga yang difasilitasi ini dapat membantu petani untuk lebih memahami materi yang diberikan dengan dapat melihan serta mempraktekan secara langsung di lahan pertanain mereka. Sehingga ilmu yang diserap petani akan lebih baik.


PEMBELIAN HANDSPRAYER

PEMBELIAN ALAT SPARAYER YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PEMUPUKAN DAN PENANGGULANGAN HAMA

Demonstrasi transplanter (mesin tanam)

Demonstrasi Alat Pertanian

Demonstrasi alat pada kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Petani/Kelompok Tani (IPDMIP-IFAD) dilaksanakan bersamaan pada saat pelaksanaan sekolah lapang. Alat pertanian yang didemonstrasikan dengan menyesuaikan kondisi setempat. Alat yang didemonstrasikan yaitu  alat penyiang padi  dan  alat panen (combine Harvester) khusus pada lahan yang datar dan luas.

Demonstrasi dan Panen Raya DI Bunuik IPDMIP

 Hari/tanggal   : Kamis, 11  Agustus 2019

Tempat           : Pondok Pertemuan Kelompok Tani Sialang Jaya Jorong Bunuik Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.

Waktu               :         09.00 WIB – Selesai

Combine Harvester Biasa disebut Alat Panen adalah sebuah mesin yang berfungsi melakukan pemanenan padi. Banyak keuntungan yang didapatkan jika petani menggunakan combine harvester diantaranya :

1.     Waktu yang digunakan menjadi lebih cepat, Lebih kurang 2 jam/ha

2.     Tenaga yang digunakan relatif sedikit, cukup 2 orang sehingga biaya pemanen dapat di minimalisir

3.     Combine harvester dapat mengurangi Losses atau pengurangain hasil, karena dalam prosesnya mesin Combine Harvester  selain memanen padi juga dapat sekaligus melakukan pengemasan padi.

Hasil :

1.     Kegiatan Demonstrasi Alsintan yang dilaksanakan di Daerah Irigasi batang Bunuik, di buka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, yang dihadiri oleh BPTP Sumatera Barat, Camat Kinali dan Anggota Kelompok Tani yang ada di DI Batang Bunuik.

2.     Alat mesin Pertanian yang di domonstrasikan adalah Combine Harvester (alat untuk memanen padi). Combine Harvester merupakan Alsintan pertanian yang kompleks dalam berbagai kegunaan pasca panen pada areal lahan yang sangat luas.

Fungsi bagian-bagian combine :

a.     Reel : Fungsinya, menarik/mengait batang tanaman padi dari posisi tegak kearah pisau pemotong

b.     Auger dan konveyor kanvas : Fungsinya, mengumpulkan batang padi yang sudah terpotong kerah tengah dimana terdapat konveyor kanvas ini selanjutnya membawa padi ini ke bagian Perontokan

c.     Silinder Perontok : Fungsinya, merontokan atau melepaskan butiran gabah dari malainya

d.     Unit Pembersih : Fungsinya, membersihkan padi yang telah rontok dari potongan batang, daun, malai dan benda lainya

e.     Konveyor mangkok dan konveyor screw konveyor mangkuk, Fungsinya, membawa bahan (butiran gabah) kebagian atas, sedangakan konveyor screw konveyor mangkuk, membawa bahan / buturan gabah dalam arah horizontal


Pengenalan Tentang Kelompok Simpan Pinjam

Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Rantai Nilai dalam rangka Pelatihan Kelompok Simpan Pinjam ( KSP )

FASILITASI RANTAI NILAI

Proyek IPDMIP akan menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai pertemuan berkala setiap tahun di setiap provinsi dan regional antara kelompok pelaku usaha dengan kelompok petani yang berminat dan/atau berinvestasi dan UKM. Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk tujuan meninjau kemajuan, mengidentifikasi berbagai masalah umum dan peluang untuk pengembangan pasar lebih lanjut. Hasil-hasil pertemuan ini akan menjadi masukan dalam membuat perencanaan ke depan tentang berbagai kegiatan dan dukungan yang dapat ditawarkan oleh proyek untuk pengembangan pasar.

TEMU USAHA Kegiatan Peningkatan Kemampuan Petani dan Pelaku Agribisnis (IPDMIP)

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi anggota Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Irigasi kesepakatan IPDMIP Kabupaten Ngawi untuk mengikuti Temu Usaha. Kegiatan ini dilaksanakan di Kurnia Hall Convention Centre Ngawi, Senin (29/06/2020).

Sebanyak 10 Pemuda Tani dan 21 Wanita Tani turut serta menyemarakkan kegiatan ini. Temu usaha ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu PT Wilmar Padi Indonesia, Bank Negara Indonesia 46 dan Bank Rakyat Indonesia. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Rantai Nilai Usaha yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Semangat yang ingin dibangun dari kegiatan Temu Usaha adalah mendorong semangat pemuda dan pemudi tani sebagai generasi penerus dalam kegiatan pertanian di Kabupaten Ngawi.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, keterlibatan seluruh pihak dibutuhkan untuk memajukan sektor pertanian. Khususnya menjaga stabilitas pangan.

“Dalam kondisi seperti ini, semua pihak, semua insan pertanian harus sama-sama menjaga ketersediaan pangan. Karena, pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah,” tuturnya.

Sedangkan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan ketersediaan pangan harus terjaga agar tidak terjadi krisis pangan.

“Untuk itu pertanian tidak boleh berhenti. Pangan harus selalu ada. Pertanian harus selalu ada, petani harus tetap bekerja, penyuluh dan insan pertanian haris selalu bekerja. Pertanian harus tetap berjalan, pertanian harus maju, mandiri dan modern,” katanya.

Salah satu tujuan dari Temu Usaha ini adalah agar gabah/beras yang dihasilkan dapat ditampung oleh PT Wilmar Padi Indonesia melalui Poktan/Gapoktan. Sehingga, dapat memperpendek Rantai nilai usaha di Kabupaten Ngawi. Dengan demikian kesejahteraan petani dapat meningkat lebih baik.

Selain itu pihak perbankkan juga memberikan kontribusi yang penting bagi petani dengan menyampaikan materi tentang penguatan modal bagi petani guna mendukung proses pemasaran.

Temu Usaha dihadiri oleh 100 orang petani dan pendamping IPDMIP, dilaksanakan secara Relay pada 4 ruang yang terpisah sesuai dengan protap penanggulangan Covid 19. Masing-masing ruang terdiri dari 20-30 orang dengan menerapkan Physical distancing.

Narasumber berada di ruang utama sedangkan peserta lain berada di 3 ruang yang berbeda. Dengan mengunakan dan memanfaatkan IT yang ada acara Temu Usaha dilaksanakan sedemikian rupa sehingga peserta dapat tetap mengikuti materi dengan baik sehingga tujuan pertemuan dapat tercapai dan peserta tetap terjaga kesehatannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring petani yang mau dan mampu untuk menjadi mitra/vendor bagi PT Wilmar Padi Indonesia dengan bantuan pemantapan modal dari perbankkan.

Diakhir acara temu usaha ada 7 kelompok yang mendaftar menjadi vendor bagi PT Wilmar Padi Indonesia, Yaitu Poktan Tani Manunggal Desa Cepoko Kecamatan Ngrambe, Poktan Tani Makmur Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar, Gapoktan Sri Lestari Desa Keras Kulon Kecamatan Gerih, Poktan Sinar Jaya Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar, Poktan Kebonagung Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Poktan Bulungsari Desa Widodaren Kecamatan Widodaren, Poktan Pangudi Luhur Desa Kedunggudel Kecamatan Widodaren.


Rapat Koordinasi IPDMIP

Pertemuan Bulanan Review Penyuluhan

Pertemuan Bulanan Penyuluh Pertanian Program IPDMIP

Pertemuan Bulanan Mereview Kegiatan Penyuluhan Pertanian (IPDMIP)

Mendengarkan Hasil Reviu Team IPDMIP Kabupaten, Propinsi, dan Pusat

Pertemuan Review bulanan

Pertemuan Review bulanan membahas persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan satu bulan ke depan yaitu : Forum berbagi pengalaman antar petani, kunjungan antar desa, Demonstrasi dan Penilaian Calon penerima penghargaan Penyuluh dan Petani

revew bulanan

Pertemuan Bulanan

Pertemuan Bulanan

Pertemuan Bulanan Review Penyuluhan

Pertemuan Bulanan Penyuluh guna mengevaluasi sejauh mana efektivitas kegiatan IPDMIP TA. 2019 di Kabupaten Bireuen serta menyusun langkah-langkah strategis sehingga kegiatan IPDMIP TA. 2019 dapat terealisasi dengan optimal.

Pertemuan review penyuluh bulanan

Persiapan Sekolah Lapang IPDMIP T.A 2018

Peretemuan Bulanan review Penyuluhan

Pertemuan Bulanan Review Penyuluhan Kegiatan IPDMIP Tahun Anggaran  2019


pertemuan bulanan

Pertemuan Bulanan

Pertemuan Review Bulanan

Pertemuan Review Bulanan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kegiatan penyuluhan yang sudah dilaksanakan dan merumuskan rencana kegiatan selanjutnya

Review Bulanan

Pertemuan Reviuw Bulanan

Reviuw Bulanan

Kelembagaan HIPPA

tentang kemajuan pelaksaan kegiatan di lapangan

Kemajuan tentang Pelaksanaan Kegiatan di lapangan 5 daerah Irigasi

Pelatihan Penyuluh Swadaya BagiKetua Kelompok Tani

Pelatihan Penyuluh Sawadaya BagiKetua Kelompok Tani diadakan pada tanggal 17 Juni 2019 sampai dengan 21 Juni 2019

30

Pertemuan Bulanan Penyuluh

Rapat bulanan penyuluh membahahas permasalahan jaringan irigasi, ketersediaan air, dan permasalahan lain dilapangan. diikuti oleh Bapeeda, PU, Penyuluh, Komir dan perwakilan petani

Pertemuan Bulanan Penyuluh

Pertemuan bulanan bagi penyuluh dilaksanakan sebanyak 2 kali.

Pertemuan Bulanan

Pertemuan bulanan untuk mereview materi, metoda, pelaksanaan dan adopsi teknologi oleh petani yang dihasilkan dari kegiatan penyuluhan. Pertemuan ini merupakan proses tinjauan manajemen yang utama bagi pemberian layanan penyuluhan yang lebih baik di tingkat Kabupaten.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memantau kinerja PPL, kualitas dan efisiensi hasil-hasil ekstensi (penggunaan
dashboard), masalah penyediaan input, dan masalah pasokan air sekaligus silatirahmi antara petani PPL dan tim IPDMIP Kabupaten.

Kegiatan ini dihadiri oleh 45 peserta yang terdiri dari Petani SLP, Staf Lapangan, Penyuluh Pertanian Lapangan Pendamping SLP, Dinas PUPR, BAPPEDA dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban

Problematika Di Petani

Kegiatan Rapat Bulanan Mereview Pelaksanaan Penyuluhan di BPPP Simpang Pematang

Pertemuan Bulanan Penyuluh

Pertemuan Bulanan Penyuluh di BPP Hutabalang Kecamatan Badiri

Pertemuan Bulanan mereview pelaksanaan Penyuluhan 2019

Pertemuan Bulanan untuk Mereview Pelaksanaan Penyuluhan 

Kegiatan rapat kordinasi dilaksanakan setiap bulannya. Lokasi kegiatan berada di dinas pertanian kabupaten Ngawi. Kegiatan ini merupakan pertemuan rutin antara penyuluh pertanian wilayah IPDMIP dengan pihak Dinas Pertanian. Kegiatan ini merupakan kegiatan diskusi dan rapat mengenai program IPDMIP, baik pelaksanaan maupun mengenai teknis kegiatan. Pertemuan bulanan ini dilakukan sebanyak 20 kali dalam setahun, dan dilaksanakan 2 kali dalam sebulan serta dilakukan di sela-sela waktu pelaksanaan kegiatan yang lainnya. Dalam kegiatan ini juga di bahas mengenai kendala dan masalah yang ada selama kegiatan sekolah lapang maupun rangkain kegiatan IPDMIP. Dalam rapat kordinasi penyuluh mendapatkan arahan dari bapak kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Dalam arahannya bapak kepala dinas pertanian menyampaikan penyuluh untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan IPDMIP. Diharapkan dengan kordinasi yang baik maka kegiatan IPDMIP dapat berjalan dengan baik dan lancar, selain itu kordinasi juga diperlukan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan IPDMIP.

Pertemuan Review Bulanan

1. Pengantar Progres Kegiatan IPDMIP Pertanian Kabupaten Soppeng, Progres Kegiatan IPDMIP Bapelitbangda Keabupaten Soppeng dan Progres Kegiatan IPDMI PUPR Kabupaten Soppeng

Pertemuan Reviuw bulanan I dilaksanakan pada tanggal 04 februari 2020 dihadiri oleh kepala bapeda, kepala dinas TPHPKP (pertanian) Kepala Dinas PUPR, PPL Lokasi, Koordinator PPL, TPM dan Tim DPIU Kabupaten

RAPAT BULANAN

RAPAT BULANAN DILAKSANAKAN SEBANYAK 12 KALI DIMULAI JANUARI SAMPAI DENGAN DESEMBER 2019

Pertemuan Bulanan Penyuluh

Untuk mengetahui perkembangan kegiatan IPDMIP di lapangan 

Review Bulanan Penyuluh

evaluasi kinerja staf lapangan

pertemuan bulanan bertujuan untuk mengevaluasi kinerja staf lapangan selama program IPDMIP berjalan

Penyampaian Sinergi kegiatan IPDMIP antara PUPR Distan dan Bappeda

Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan bulanan telah dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan (januari, Februari dan Maret) Namun sejak tanggal 25 Maret 2020 sesuai dengan  surat edaran Bupati Lombok Timur bahwa semua kegiatan yang sifatnya mengimpulkan masa agar dihentikan sehingga kegiatan pertemuan bulanan berikut sekolah lapang juga tidak dapat dilaksanakan.  

pertemuan bulanan kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan irigasi partisipatif IPDMIP

Hasil :

1.         Acara pertemuan bulanan kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan irigasi partisipatif IPDMIP di di buka oleh kepala Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat.

2.         Dalam arahan kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikltura dan Peternakan mengarahkan staf Lapangan IPDMIP untuk melaksanakan kegiatan di lapagan harus mengacu pada Petunujuk Operasional Kegiatan dan Rencana Kerja Tahunan.

3.         Dalam rangka meningkatkan pengelolaaan lahan pertanian, proyek IPDMIP memberikan alat PUP dan PUTS yang di hibahkan lansung ke Balai Penyuluhan Pertanian yang ada Daerah Irigasi Kewenangan Kabupaten. Koordinator dan Penyuluh beserta staf lapangan IPDMIP sebelumnya diberikan Bimbingan Teknis sebelum praktek di lapangan. Tujuan dari pengjujian tanah ini untuk dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang berimbang pada tanaman.

4.         Salah satu kegiatan IPDMIP adalah melaksanakan Sekolah Lapang bagi petani, yang dilaksanakan langsung dilahan petani. Materi SL harus sesuai anatara teori dengan praktek di labor lapang, sehingga petani lebih memahami materi yang di sampaikan.

5.         Permasalahan SL Keg.IPDMIP adalah pesetanya pada umumnya berumur sudah lanjut, karena anak muda masih malu untuk mengikuti Keg. SL IPDMIP, Masih banyak kendala dalam pemupukan, minimnya penggunaan teknologi untuk budidaya, serangan hama tikus telah berlangsung selama 5 tahun dan kurangnya ketersediaan racun tikus dikios,

6.         Daerah irigasi kewenangan Provinsi dan Pusat juga divasilitasi oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat


Pertemuan bulanan penyuluh pertanian

Pertemuan bulanan penyuluh pertanian yang mengelola Program IPDMIP di adakan untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalanan dan persiapan untuk pelakasanaan kegiatan berikutnya

RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN IPDMIP TAHUN 2020 DI KAB. PANDEGLANG

Pertemuan bulanan/ Rapat bulanan dilaksanakan di dinas pertanian kabupaten pandeglang sebanyak 1 kali, yang seharusnya dilaksanakan sebanyak 6 kali. namun akibat refocusing anggaran akhirnya kegiatan rapat bulanan dilaksanakan sebanyak 1 kali.

Pertemuan Bulanan Penyuluh Tahap I dalam rangka persiapan pelaksanaan SL Kegiatan IPDMIP Tahun 2020

Pertemuan Bulanan Review Penyuluh bulan Juli 2020 dalam pelaksanaan kegiatan IPDMIP

Persiapan sekolah lapang

 

Forum Lintas Pedesaan 2020 (Cross Village)

Kegiatan ini merupakan perjalanan bersama yaitu perjalanan bersama antara petani di wilayah IPDMIP berkunjung ke desa yang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih dalam meningkatkan usaha taninnya. Dalam kegiatan ini diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi dsn terbukannya wawasan petani karena melihat secara langsung hasil dari penerapanan suatu teknologi untuk meningkatkan hasil usaha tani.

              Dalam proses kegiatan lintas desa, petani dari wilayah IPDMIP berkumpul atau melakukan suatu perjanlanan ke petani untuk belajar dari petani di desa yang dikunjungi, dengan kegiatan ini petani wilayah IPDMIP dapat termotivasi untuk berkinerja lebih baik dan dapat menyaksikan sendiri hasil dari pengembangan dan penerapan teknologi, ataupun keterampilan dari sesama petani dari berbeda wilayah, selain itu petani juga diharapkan dapat mengenal masalah, tumbuh minat, menaruh perhatian dan termotivasi untuk melakukan pengembangan dalam meningkatkan usaha taninya.


Pertemuan Bulanan Review Penyuluhan

Pertemuan Review Bulanan Program IPDMIP 2020 dilaksanakan di BPP Kec. Makmur, BPP Kec. Gandapura, BPP Kec. Peudada, BPP Kec. Pandrah, BPP Kec. Samalanga dan Kabupaten.

Pelatihan Penyegaran Petugas IPDMIP/Petugas Lapang

Sesuai jadwal dan kurikulum

1. Kebijakan Pembangunan Pertanian dan IPDMIP , 2. Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem (IPDMIP), 3. Pembiayaan pengairan (water budgeting), 4. Pendampingan Kelembagaan IPDMIP, 5. Kesehatan

1.   IPDMIP adalah project integrated antara PU dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Lingkup pekerjaan dan komponen kegiatan IPDMIP adalah untuk meningkatkan pendapatan pertanian beririgasi. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan pendapatan pertanian dan sistem pasar untuk padi dan tanaman pangan bernilai ekonomi tinggi.

a. Meningkatkan produktivitas dan layanan pertanian

b. Peningkatan akses dan layanan pasar

c. Peningkatan layanan keuangan

2.   Yang perlu dilakukan penyuluh pertanian sebelum melakukan penyuluhan (IPDMIP)

a. Menelaah potensi dan masalah petani (kuasai)

b. Mencari alternatif pemecahan

c. Melakukan kegiatan penyuluhan

d. Evaluasi kegiatan

3.   Mekanisme penyusunan yang didasari dari permasalahan kelompok adalah:

a. Mengidentifikasi kondisi kelompok dengan teknik PRA

b. Menyusun rencana kegiatan kelompok (RKK)

c. Menyusun rencana kegiatan pendampingan (RKP)

4.   Perataan lahan adalah terbagi ratanya seluruh wilayah terkait pengairan.

5.   Penyuluh harus sadar pentingnya permasalahan gizi. Karena di wilayah IPDMIP, 65 kabupaten mengalami kurang gizi kronis bahkan akut. Sehingga pentingnya peran penyuluh untuk menyadarkan petani di daerah irigasi akan gizi yang baik dan meningkatkan pendapatan mereka agar dapat berimbas pada gizi yang baik. Juga kesadaran terhadap kontaminasi hasil panen (pestisida, dan lain-lain)

6.   Berdasarkan Permentan No. 03/SM.200/1/2018, tanggal 11 januari 2018, tentang Pedoman Penyelenggaraaan Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Pertanian : Proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha, agar mereka mau dan mampu menolong, dan mengorganisasikan dirinya agar mereka mampu mengakses informasi pasar, teknologi, dan sumberdaya lainnya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup maka oleh sebab itu fungsi penyuluh pendamping harus dikerahkan untuk membina dan menyadarkan petani agar petani lebih terpelajar dan dapat meningkatkan kesejahteraannya.

7.   Tugas penyuluh:

a. Melakukan pendampingan dan pengawalan kelompok tani

b. Memberikan pencerahan dan motivasi kepada para petani agar mereka menyadari akan pentingnya pemeliharaan saluran irigasi sehingga mereka bertanggungjawab atas pemeliharaannya

c. Mendaftarkan poktan untuk menjadi penangkar.

d. Mencairkan pasar hasil produksi benih yang dihasilkan poktan penangkar

e. Membimbing poktan dalam menjalin kerjasama pemasaran benih

8. Pasal 13 (UU 12 tahun 1992)

a. Benih bina yg akan diedarkan harus melalui sertifikasi

b. Benih yg lulus sertifikasi apabila diedarkan wajib di label

Pasal 60 ayat (1)

a. Mengedarkan benih yang belum dilepas

b. mengedarkan benih bina yang tidak sesuai dengan label dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 250.000.000,- (sengaja) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 12 (dua belas) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lalai


Penyelenggaraan Pelatihan Penyegaran Penyuluh Pertanian oleh PPIU Sumatera Barat di UPTD BPPP Dinas TPHP Prov. Sumatera Barat

Pelatihan Penyegaran

Kajian Paket Teknis Penyuluhan Program IPDMIP

Kegiatan Pelatihan Kajian Teknis Penyuluhan Pertanian ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari yaitu, pada tanggal 27 Agustus 2018 bertempat di Ruang Rapat Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan. Peserta berjumlah 50 (lima puluh) orang terdiri dari peserta Dinas Pertanian Kabupaten, petugas provinsi dan penyuluh lapangan. Outcome yang dicapai dari kegiatan ini adalah petani di daerah irigasi dapat memperoleh saran teknis sesuai kebutuhan, mudah menyerap dan menerapkan pesan yang disampaikan, khususnya yang terkait dengan usaha tani padi dan sayuran atau komoditas pertanian bernilai tinggi. Materi yang disampaikan  antara lain : Teknis dan Materi Penyuluhan, tentang IPDMIP dan Pedoman Pendampingan PPL pada IPDMIP.

Pelatihan Teknis Penyuluhan Pertanian

Diselenggarakan di BPPP Martapura OKU Timur dari Tanggal 2 - 8 September 2019, Jumlah peserta 60 orang terdiri dari 30 orang PPL dan 30 orang Staf Lapangan. Materi yang disampaikan diantaranya: 

1. Kebijakan Kementan dan Program IPDMIP

2. Dasar-dasar penyuluhan pertanian

3. Penyusunan program dan programa penyuluhan pertanian

4. Manajemen pendampingan dan penumbuhan, pengembangan, penguatan kelembagaan petani di daerah irigasi.

5. Teknologi budidaya tanaman padi sawah pada lahan irigasi perbenihan, hama penyakit tanaman padi dan teknologi pasca panen.


Workshop perbanyakan benih

Workshop perbanyakan benih dilaksanakan selama 2 hari dgn jumlah peserta yg hadir 14 org petani calon penangkar benih di daerah irigasi pelaksana program IPDMIP. Narasumber dari NPIU dan pejabat fungsional dari BPSB Prov. Sulut

Penyerahan Hasil Perbanyakan Benih F2 dan Saprodi

Penyerahan Hasil Perbanyakan Benih F2 dan Saprodi secara bertahap di Kab. Poso, Kab. Banggai dan Kab. Tolitoli

Pengadaan Perbanyakan Benih Padi Dasar

Distribusi Benih IPDMIP

Perbanyakan Benih Padi Dasar

Dukungan untuk BPTP

Dukungan BPTP untuk meningkatkan output kegiatan IPDMIP di Kab. Poso, Kab. Tolitoli dan Kab. Banggai

Dukungan BPTP

Penyerahan Hasil Penangkaran Benih Label Ungu ke Petani

Penyerahan Hasil Penangkaran Benih Label Ungu ke Petani Sekolah Lapang

Dukungan Untuk Petani Pengganda F-3

Dukungan untuk Petani Pengganda F-3

Monitoring Pengadaan dan Pemanfaatan Benih Untuk SL IPDMIP oleh PPIU Sumatera Barat

Dukungan Untuk Petani Pengganda F-3

Sertifikasi Benih Padi IPDMIP Sulteng

Sertifikasi Benih Padi IPDMIP Sulteng

Sertifikasi Benih Padi IPDMIP Sulteng Tahun 2020

Review Paket Padi

Pelaksanaan Kegiatan Review Paket Teknis Padi di UPT Diklat Provinsi Sulawesi Tengah

Pelaksanaan Review Paket Teknologi Komoditi Padi oleh PPIU Sumatera Barat

Penyelenggaraan Review Paket Teknologi Komoditi Bernilai Ekonomi Tinggi oleh PPIU Sumatera Barat

Pelatihan Lanjutan Fasilitasi Rantai Nilai Tahun 2020

Pelatihan Dasar Rantai Nilai Tahun 2019

Pelatihan Dasar Rantai Nilai Tahun 2019

Program Pengembangan Rantai Nilai IPDMIP, Konsep Rantai Nilai, Pemetaan Rantai Nilai, Validasi Rantai Nilai, Pemutakhiran dan Analisa Peta Rantai Nilai, Pengembangan Rantai Nilai dan Penguatan Rantai

Pelatihan Dasar Rantai Nilai Tahun 2020

Pelatihan Staf Baru Petugas IPDMIP/Petugas Lapang

Sesuai kurikulum dan jadwal

Pelaksanaan New Staff Training oleh PPIU Sumatera Barat di UPTD BPPP Dinas TPHP Prov. Sumatera Barat